Tidak banyak yang tahu aksi nekat yang dilakukan Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu. Hanya saja aksi itu sempat tertangkap sebuah kamera.

Sembari menggulung sebagian celana panjang yang dikenakannya, Bupati menaiki anak tangga satu persatu hingga mencapai puncak dengan ketinggian lebih kurang 15 meter dari atas permukaan tanah.

Bangunan reservoir yang dipanjat tanpa alat pengamanan itu berukuran volume 3x3x2 meter  berkapasitas 18 ribu liter air. Lokasinya persis di belakang kantor bupati di Jalan Lafaran Pane, Sipirok.

Aksi 'heroik' di luar jam kantor pada Selasa (16/7) sore itu sempat mengundang perhatian dan decak kagum sejumlah pejabat dan masyarakat yang mengetahuinya. Karena, yang dipanjat setara gedung bangunan tiga tingkat.

Informasi dari Kabag Humas dan Protokol Tapanuli Selatan Isnut Siregar kepada ANTARA, Rabu (17/7), aksi tersebut hanya spontanitas bupati dua periode itu untuk mengetahui lebih jauh kecukupan air dalam reservoir.

"Akhir-akhir ini sering air dikeluhkan kurang, sementara diprediksi debit air untuk kebutuhan seluruh perkantoran yang ada dinilai sangat mencukupi," kata Isnut.

"Bupati mungkin ingin mengetahui langsung kondisi riil apa sebenarnya yang menjadi penyebab minimnya suplay air yang masuk sehingga terkadang menjadi kendala utama kamar mandi," tambahnya.

Setelah dicek langsung ternyata reservoir berisi penuh air. Maka, hipotesa bupati berkurangnya suplay air diduga diakibatkan kerusakan jaringan pada sejumlah perkantoran yang ada.

"Bupati langsung memeriksa fasilitas kamar mandi SKPD masing-masing sekaligus mengimbau pimpinan OPD agar dapat mengontrol pemakaian air agar tidak terbuang sia-sia," kata Isnut.

Baca juga: Bupati Tapanuli Selatan pinta ASN tingkatkan etos kerja

Baca juga: Ajarkan kedisiplinan, Babinsa Koramil 03/SPR latih siswa PBB

Baca juga: Bupati Tapanuli Selatan tepungtawari 212 JCH

Didapati sejumlah fasilitas kamar mandi seperti kran air yang rusak dan dibiarkan sehingga air mengalir non stop 24 jam atau terbuang begitu saja (mubazir), ditambah kamar mandi yang juga jorok.

"Agar lebih efektif dan terkontrolnya dalam penggunaan air pada SKPD direncanakan juga setiap perkantoran akan dipasang meteran air," jelas Isnut.
 

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Akung


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019