Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Labuhanbatu Selatan masih rendah, hanya di kisaran Rp700 per kilogram.

Dari informasi yang diperoleh ANTARA, Kamis (4/7), di Kotapinang, harga pada tingkat petani berkisar Rp700 hingga Rp800 per kilogram. Sedangkan di pengolahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), harga berkisar Rp1.050 hingga Rp1.100 per kilogram.

Rendahnya harga TBS kelapa sawit membuat banyak petani terjerat rentenir. Karena, pada tahun ajaran baru anak sekolah banyak biaya yang harus dikeluarkan.

Biaya anak masuk sekolah mulai dari pakaian, buku, tas, dan perlengkapan lainnya membutuhkan biaya jutaan. Sementara harga TBS kelapa sawit rendah.

“Dalam seminggu terakhir harga terus merosot, mulai dari Rp900-an per kilogram, sekarang sudah Rp700-an per kilogram. Maka kami terpaksa mengutang sama toke,” kata Sapriadi, petani kelapa sawit di Desa Suka Damai, Kecamatan Silangkitang.

Ia menjelaskan, sejak bulan lalu banyak petani di Kabupaten Labuhanbatu Selatan terjebak pinjaman swasta, karena untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan lainnya.

Sementara rendahnya harga TBS membuat petani terpaksa mengutang. “Kemarin mau Idul Fitri pinjaman, itupun belum lunas. Sekarang sudah akan meminjam lagi, karena anak-anak mau masuk sekolah. Mudah-mudahan harga TBS kelapa sawit secepatnya membaik,” katanya.

Irwansyah seorang agen pengepul TBS kelapa sawit (toke) mengakui, dalam beberapa waktu belakangan banyak petani (langganan) mengajukan pinjaman. Namun, hal tersebut lumrah setiap harga TBS rendah.

Harga TBS kelapa sawit di PKS sekarang berkisar Rp1.050 per kilogram, sehingga harga di petani lebih rendah. “Biasanya petani mengutang dan nanti setelah harga baik tinggal dipotong saja melalui hasil penjualannya,” jelasnya.


Pewarta: Kurnia Hamdani

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2019