Medan (Antaranews Sumut) - "Mari kita jadikan malam pentas seni budaya Tapanuli Selatan Tahun 2018 ini sebagai momentum terbaik pembinaan seni budaya dan sarana hiburan".

Ajak Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu dalam sambutannya pada acara malam pagelaran seni/budaya Kabupaten Tapanuli Selatan di open stage PRSU ke-47, Medan,  Sabtu malam kepada seluruh masyarakat di daerah maupun luar daerah Tapanuli Selatan. 

Dihadapan ribuan penonton yang hadir Syahrul menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut akan dapat menumbuhkan rasa memiliki mencintai sekaligus melestarikan dan mengembangkan seni budaya Tapanuli Selatan serta melindungi eksistensinya tanpa menutup diri dengan perkembangan budaya masyarakat lain di Sumut umumnya. 

Selain itu Syahrul lanjut berharap dengan pagelaran seni budaya tersebut akan dapat lebih mempererat silaturrahmi serta menjadi sebuah hiburan maayarakat Tapanuli Selatan yang ada du perantauan. 

Menurut Syahrul menumbuh kembangkan adat/budaya juga salah satu upaya menghempang masuknya budaya luar. "Karenanya mari tetap kita cintai/lestarikan adat budaya Tapanuli Selatan ini agar tidak terkikis oleh budaya modern,"jelasnya. 

Menurutnya lagi budaya Tapanuli Selatan sungguh banyak/beragam ada yang masih asli ada juga merupakan asimilasi dengan suku yang lain. 

"Namun,  patut kita bersyukur di balik ke beragaman budaya tersebut karena hal ini akan menjadi sebuah alat perekat dan pemersatu yang sudah barang tentu di dasari falsafah 'dalihan natolu' yang terdiri dari 'mora''kahanggi''anakboru' yang sampai saat ini masih terpertahankan dan di lestarikan,"katanya. 

Sejalan dengan itu Pemkab Tapanuli Selatan tambah Bupati Syahrul M. Pasaribu terus bertekad melestarikan kebudayaan asli daerah itu terus di pacu,  di beri ruang dan terus di promosikan untuk meredam berbagai tantangan tekanan maupun pengaruh luar.

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2018