Batubara, Sumut, 29/3 (Antara) - Pengusaha dari Malaysia yang pernah berkunjung ke lokasi wisata Pantai Bunga di Desa Masjid Lama, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, tertarik untuk mengelola tempat rekreasi tersebut.
Salah seorang warga Kecamatan Talawi, Ruslan (48), Jumat mengatakan, tamu asing tersebut terkagum-kagum setelah melihat pemandangan yang cukup indah yang ada di Pantai Bunga, yakni pasir pantainya putih, air lautnya yang bersih dan belum lagi tercemar limbah.
Bahkan, katanya, pengusaha dari Malaysia itu mencoba menemui pihak pengelola Pantai Bunga, Pak Haji dan menawarkan maksud baiknya untuk bekerja sama mengelola objek wisata pantai tersebut.
Namun, pihak pengusaha Pantai Bunga itu belum mau menerima ajakan dari orang Malaysia tersebut."Banyak yang perlu dipertimbangkan, bila bekerja sama dengan pengusaha dari luar negeri itu," kata Ruslan mengutif ucapan pengelola Pantai Bunga tersebut.
Ruslan mengatakan, ketertarikan warga Malaysia untuk menanamkan investasinya di Pantai Bunga tersebut, karena kondisi tempat objek wisata di Kabupaten Batubara itu, sama persis seperti yang terdapat di negaranya.
"Jadi, pengusaha muda dari Malaysia itu, benar-benar sangat tertarik dengan keindahan dan panorama alam di Pantai Bunga, yang bila dikelola secara profesional dapat mendatangkan keuntungan yang cukup besar dan meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar putra daerah Batubara itu.
Selanjutnya dia menjelaskan, memang Pantai Bunga ini adalah objek wisata baru, dan usianya juga masih muda yakni tujuh tahun.
Namun, demikian para wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut, bila hari libur cukup ramai dan membludak berasal dari Medan, Tanjung Balai, Pematang Siantar dan daerah lainnya di Sumatera Utara.
Selain Pantai Bunga, objek wisata lainnya yang terdapat di Kabupaten Batubara, yakni Istana Lima Laras, Pulau Pandang dan Pulau Salah Nama yang terletak di sebelah Utara Tanjung Tiram, Pantai Perjuangan dan Pantai Sejarah berada di Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh.
Lebih lanjut dia mengatakan, bagi wisatawan yang berkunjung ke lokasi Pantai Bunga itu, keamanan cukup terjamin dan tidak ada yang merugikan para pengunjung karena juga dijaga oleh pemuda setempat.
"Pantai Bunga tersebut dibuka sejak pagi hingga sore harinya, dan pada malam hari tidak ada lagi aktivitas, demi terciptanya keamanan dan ketertiban di daerah tersebut," kata Ruslan.
Kabupaten Batubara terdiri dari tujuh kecamatan, 98 desa, tujuh kelurahan.Dengan luas cakupan wilayah 92.220 hektare. Nama Batubara sendiri berasal dari sebuah batu di pedalaman (saat bernama Desa Kuala Gunung) yang konon pada malam hari mengeluarkan cahaya merah merapi.
Kabupaten Batubara memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa.Potensi yang dimiliki antara lain potensi di bidang perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan, dan potensi pariwisatanya.Bahkan, Batubara telah lama dikenal dunia internasional sebagai pengekspor aluminium hasil olahan PT Inalum. ***4*** yuliastuti
(T.M034/B/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti) 29-03-2013 19:46:51
