Medan, 16/1 (ANTARA) - Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho memberikan apresiasi kepada para eksportir di daerah itu yang berhasil menjaga nilai perdagangan Sumut surplus selama 2012.

"Berdasarkan data BPS, surplus neraca perdagangan Sumatera Utara selama sebelas bulan (Januari-November) 2012 mencapai 4,81 miliar dolar AS," katanya pada acara cofee morning bersama para eksportir Sumut, di Medan, Rabu.

Dalam acara tersebut hadir Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag RI Partogi Pangaribuan, Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut Khairul Mahalli dan General Manager PT Angkasa Pura II H T Said Ridwan.

Gatot menyebutkan di tengah kelesuan kondisi perekonomian global, Sumut berhasil menjaga nilai perdagangan tetap surplus, sementara secara nasional perdagangan Indonesia mengalami defisit.Selama periode Januari hingga November tahun 2012 neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit mencapai US$ 1,3 miliar.

"Terimakasih dan apresiasi kami, di tengah Sumut krisis global, para eksportir sudah berjuang sehingga nilai perdagangan Sumut tetap eksis dan surplus," ujar Gatot di hadapan puluhan pengusaha yang hadir.

Ia berharap pada tahun 2013 kinerja perdagangan dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan lebih baik lagi melalui kerja sama dan dukungan para pemangku kepentingan yang ada.

Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag RI Partogi Pangaribuan bahwa nilai ekspor Indonesia pada 2012 mengalami penurunan sekitar 20 miliar dolar jika dibanding 2011.

"Menteri Perdagangan sudah mencanangkan tahun 2013, bagaimana meningkatkan ekspor. Terimakasih pada masa sulit sekarang, perdagangan Sumut masih mampu mengalami surplus," ujar Pangaribuan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Sumatera Utara surplus neraca perdagangan selama sebelas bulan tahun 2012 mencapai 4,81 miliar dolar di mana nilai ekspor komulatif Januari-November mencapai 9,5 miliar dolar. Walaupun angka tersebut menurun 12,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 10,9 miliar miliar dolar.

Sementara itu, Gatot juga menekankan agar pengusaha ikut menggalakkan kampanye penggunaan produk lokal kepada masyarakat luas.

"Produk lokal kita sebenarnya punya kualitas membanggakan, apabila masyarakat mencintai produk dalam negeri, maka akan mendorong meningkatkan kualitas produk sehingga kita dapat dengan bangga mengekspornya," ujar Gatot sambil mengkampanyekan sepatu buatan peerajin Medan yang selalu dikenakannya.

Dalam acara tersebut, para pengusaha mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi, di antaranya peraturan baru menteri pertanian berupa pemeriksaan fisik terakhir terhadap kontainer sehingga menambah biaya dan risiko susut ataupun kontaminasi komoditi yang bakal diekspor.

"Sekarang diterapkan pemeriksaan fisik terakhir kepada setiap kontainer masuk, sehingga ada biaya tambahan seperti cost penjagaan dan pengawalan kontainer karena ada risiko pencurian, tambah biaya asuransi. Belum ada surat edaran resmi, peraturan sudah dijalankan," ungkap Arif perwakilan PT Kokoa.

Sadarsyah dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut juga mengungkapkan keluhan serupa.Disamping itu, dia juga meminta pemerintah membatasi masuknya pengusaha asing yang langsung membeli komoditi kopi kepada para petani di daerah.

Padahal berdasarkan aturan seharusnya pengusaha asing bermitra dengan pengusaha lokal, dan berjanji akan menyurati pemerintah pusat terkait kebijakan tersebut.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026