Tapanuli Selatan (ANTARA) - Ekspor kolang kaling dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi petani dan pelaku usaha lokal, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perolehan devisa negara serta mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Kepada ANTARA, Eksportir kolang kaling Tapanuli Selatan, Faisal Reza Pardede, di Sipirok, Jumat (12/6), mengatakan setiap pengiriman kolang kaling ke pasar internasional menghasilkan devisa yang masuk ke Indonesia melalui transaksi perdagangan luar negeri.

"Devisa hasil ekspor tersebut pada akhirnya dikonversi menjadi rupiah untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi di dalam negeri. Proses ini turut meningkatkan permintaan terhadap rupiah dan menjadi bagian dari upaya memperkuat stabilitas nilai tukar," katanya.

Menurut Faisal, meskipun pengaruh ekspor terhadap nilai tukar tidak berdiri sendiri, peningkatan nilai ekspor akan memberikan kontribusi positif dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Ia menjelaskan, ekspor kolang kaling juga berperan dalam menjaga kinerja neraca perdagangan Indonesia. Ketika nilai ekspor mampu melampaui impor, surplus perdagangan yang tercipta akan memperkuat cadangan devisa negara.

"Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia serta membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah berbagai tekanan eksternal," ujarnya.

Karena itu, menurut dia, petani dan pelaku usaha kolang kaling tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga bagian dari rantai perdagangan internasional yang turut mendukung perekonomian nasional.

"Melalui kerja keras menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar global, ekspor kolang kaling ikut berkontribusi dalam penguatan rupiah, menjaga neraca perdagangan, serta mendukung stabilitas ekonomi nasional," katanya.

Faisal menyebutkan saat ini pihaknya secara rutin melakukan pengiriman ekspor kolang kaling sebanyak dua kali setiap bulan melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

Total volume ekspor yang dikirim mencapai sekitar 50 ton per bulan. Jumlah tersebut belum termasuk kontribusi dari eksportir kolang kaling lainnya yang juga aktif memasok pasar internasional.

Menurut dia, tingginya permintaan dari luar negeri menunjukkan bahwa kolang kaling asal Tapanuli Selatan memiliki daya saing dan peluang pasar yang cukup besar untuk terus dikembangkan.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026