Medan (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Nurhayati menyatakan kunjungannya ke Xinjiang dan Beijing memberinya pemahaman langsung mengenai kehidupan masyarakat Muslim di China yang dinilainya berbeda dari sejumlah narasi di media sosial.
Nurhayati merupakan salah satu anggota Delegasi Islam wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan yang tengah melakukan kunjungan ke China.
"Perjalanan ini membuat saya memahami lebih dalam dan secara langsung perkembangan komunitas Muslim di China," ujar Nurhayati usai rangkaian kunjungan di Urumqi, Kashgar dan Beijing.
Ia mengatakan selama kunjungan, delegasi melihat umat Muslim di berbagai daerah tetap menjalankan aktivitas keagamaan secara normal.
Menurutnya, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap pendidikan Islam dan pembinaan tenaga keagamaan. "Kami melihat kehidupan beragama masyarakat Muslim berjalan dengan baik. Kami juga melihat adanya dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam," katanya.
Nurhayati mencontohkan saat delegasi mengunjungi Institut Islam Xinjiang, rombongan mendapat penjelasan mengenai dukungan pemerintah terhadap lembaga tersebut, termasuk penyediaan program beasiswa untuk mencetak imam yang nantinya bertugas di berbagai masjid.
Menurutnya, hal itu menunjukkan perhatian terhadap pendidikan Islam dan regenerasi tokoh agama Muslim.
Ia juga menilai sejumlah informasi di media sosial mengenai kurangnya perhatian pemerintah China terhadap masyarakat Muslim tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang ia lihat langsung di lapangan.
"Beberapa informasi di media sosial berbeda dengan apa yang saya saksikan sendiri," ujarnya. Nurhayati mengatakan baik di Xinjiang maupun Beijing, sejumlah masjid terlihat terawat dan tetap aktif digunakan untuk kegiatan ibadah.
Ia mencontohkan Masjid Dongsi di Beijing yang telah berusia lebih dari 600 tahun namun masih berdiri kokoh dan menjalankan fungsi keagamaannya hingga kini.
Selain itu, ia menyebut beberapa masjid juga memiliki unit usaha yang digunakan untuk mendukung biaya operasional, pemeliharaan bangunan serta pembayaran imam.
"Ini menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan kehidupan komunitas Muslim dan pengelolaan tempat ibadah," katanya.
Nurhayati berharap kunjungan tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai kondisi komunitas Muslim di China sekaligus memperkuat pertukaran dan komunikasi antara kedua negara.
Pewarta: Anggi Luthfi PanggabeanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026