Medan (ANTARA) - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan memperkuat komitmen dalam melahirkan lulusan-lulusan yang unggul dan berprestasi sebagai salah satu upaya menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Rektor UINSU Prof Nurhayati di Medan, Jumat, mengatakan, UINSU tidak hanya mencetak lulusan dan membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kuat secara spiritual.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
"Ayat itu menegaskan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari individu yang memiliki kesadaran dan komitmen untuk bertindak. Perubahan besar dalam sejarah tidak pernah dimulai dari kerumunan tanpa arah. Ia selalu lahir dari individu-individu yang berani mengambil tanggung jawab," katanya terkait acara wisuda 1.592 lulusan perguruan tinggi itu.
"Sebagai alumni UIN Sumatera Utara Medan, saudara tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa amanah keilmuan yang berbasis integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman," tambahnya.
Ia mengatakan, para lulusan yang diwisuda kali ini harus mampu menjadi representasi dari Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang hadir memberi solusi, menebar kedamaian, dan memperkuat harmoni sosial.
Memperkokoh posisi alumni berarti memperkuat peran di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang mampu membaca realitas sosial secara kritis dan menawarkan solusi yang konstruktif dan tidak menjadi penonton dalam dinamika global, tetapi jadilah pelaku yang membawa arah perubahan.
Selain itu juga harus mampu menjadi penjaga nilai. Artinya, di tengah arus globalisasi yang seringkali mengikis nilai. Para lulusan dituntut menjadi benteng moral dan spiritual. Integritas adalah modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat dan juga harus bisa menjadi penggerak ketahanan sosial dan inovator di tengah krisis.
"Harus hadir di tengah masyarakat sebagai perekat sosial, memperkuat solidaritas, dan membangun jejaring kolaborasi lintas sektor. Ketahanan masyarakat dibangun dari hubungan sosial yang kuat dan saling percaya. Jadikan ilmu yang saudara peroleh sebagai dasar untuk menciptakan solusi, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, maupun sosial keagamaan," katanya.
Kepada para lulusan yang baru diwisuda rektor juga berpesan bahwa tantangan ke depan tidak akan selalu mudah. Akan ada ketidakpastian, akan ada kegagalan, bahkan mungkin kekecewaan.
Namun di situlah letak makna perjuangan. Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah kehilangan integritas dan jangan pernah berhenti berkontribusi, karena sejatinya, keberhasilan bukan hanya tentang apa yang dicapai, tetapi tentang apa yang sudah diberikan.
"Dalam setiap generasi, selalu ada mereka yang memilih menjadi bagian dari keramaian, dan ada pula yang memilih menjadi penentu arah. Hari ini, saya berharap para wisudawan tidak sekadar menjadi pengikut zaman, tetapi menjadi penuntun perubahan. Jadilah harapan meskipun sederhana, namun mampu menguatkan. Jadilah Solusi meskipun tidak sempurna, namun mampu memberi makna," katanya.
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026