Medan (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Medan, Sumatera Utara menggencarkan program Imunisasi Zero Dose atau anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar.

"Kami gencarkan pelaksana imunisasi dasar sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan anak-anak di Medan," ujar Kepala TP PKK Medan Airin Waas di Medan, Rabu.

 

 

Ia menjelaskan imunisasi dasar masih menjadi tantangan bagi pemerintah kota setempat karena banyak anak yang belum melakukannya.

 

 

Pada 2025, jumlah anak Zero Dose di Kota Medan tercatat 4.707 bayi yang diukur dari capaian imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus dosis pertama.

 

 

"Kota Medan masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaan imunisasi, ditandai dengan masih adanya anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau Zero Dose," kata dia.

 

 

Dalam meningkatkan imunisasi dasar, Airin mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perusahaan swasta, untuk menggencarkan imunisasi.

 

 

Ia mengatakan perusahaan swasta berperan meningkatkan program tersebut dengan menggelar imunisasi dasar di lingkungan masing-masing.

 

 

"Kami mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pelaksanaan imunisasi, mulai dari memberi ruang bagi pekerja mengimunisasi anak hingga menyediakan fasilitas di lingkungan kerja," ujar dia.

 

 

Ia mengharapkan pelibatan sektor swasta memperkuat komitmen lintas sektor untuk menekan angka Zero Dose dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.

 

 

"Pemerintah telah menetapkan target peningkatan cakupan imunisasi dalam lima tahun ke depan. Cakupan imunisasi bayi lengkap ditargetkan meningkat dari 80 persen pada 2025 menjadi 95 persen pada 2029," ucap dia.

 

 

Ia menambahkan cakupan imunisasi lengkap 14 jenis vaksin ditargetkan naik dari 74 menjadi 90 persen, serta imunisasi anak usia sekolah dasar dari 88 menjadi 95 persen.

 

 

"Imunisasi merupakan proses berkelanjutan sejak bayi hingga usia sekolah. Pemberian imunisasi harus dilakukan secara bertahap sesuai usia anak, mulai sejak lahir hingga anak memasuki usia sekolah," ujarnya.

 

 



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026