Padangsidimpuan (ANTARA) - Ustadz H. Dr. Sufrin Efendi Lubis, LC,.MA., memasuki hari ke-28 Ramadhan 1447 Hijriyah dalam tausyiah fikih di Masjid Al Ikhlas Samora, Padangsidimpuan, Rabu, menyampaikan tentang ancaman bagi orang yang meninggalkan zakat.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan Ramadhan menjadi momentum memperbaiki amal, termasuk menunaikan kewajiban zakat yang sering diabaikan sebagian umat Islam.
Menurutnya, zakat mal memiliki ketentuan haul atau masa kepemilikan harta selama satu tahun sebelum wajib dikeluarkan sesuai syariat.
Ia menjelaskan, banyak orang menunda atau tidak menunaikan zakat padahal kewajiban tersebut termasuk rukun Islam yang memiliki konsekuensi berat.
“Zakat bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban yang jika ditinggalkan memiliki ancaman besar dalam Al-Qur’an dan hadis,” ujarnya.
Ia mengutip Surah At-Taubah yang menyebutkan ancaman bagi orang yang menimbun harta tanpa menunaikan zakat akan mendapat azab pedih.
Selain itu, ia menjelaskan gambaran siksaan berupa harta yang dipanaskan lalu dikenakan ke tubuh pemiliknya di hari kiamat.
Dalam hadis, lanjutnya, harta yang tidak dizakati juga diibaratkan menjadi ular yang melilit pemiliknya sebagai bentuk balasan.
Ia menegaskan zakat berfungsi membersihkan harta, sehingga jika tidak dikeluarkan maka harta tersebut menjadi tidak berkah.
Melalui tausyiah tersebut, ia mengajak umat Islam segera menunaikan zakat agar harta menjadi bersih dan terhindar dari ancaman di akhirat.
