Madina (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memastikan pasokan LPG tabung 3 Kilogram (Kg) bagi Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan pelaku usaha mikro tetap aman hingga akhir tahun. Di saat yang sama, harga bahan kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga dilaporkan masih stabil.
Kebijakan ini sejalan dengan penyesuaian alokasi LPG 3 kg oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Berdasarkan surat Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor B-11726/MG.05/DJM/2025 tanggal 21 Desember 2025, total kuota LPG 3 kg nasional ditetapkan sebesar 8,545 juta metrik ton. Dalam kebijakan tersebut, Kabupaten Mandailing Natal juga memperoleh penyesuaian kuota.
Hal ini sesuai dengan ketetapan kebijakan penyesuaian alokasi LPG 3 Kg oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Kuota LPG subsidi untuk Madina yang sebelumnya 9.316 metrik ton, kini resmi ditingkatkan menjadi 10.263 metrik ton untuk tahun 2025.
Kementerian ESDM juga meminta pemerintah daerah aktif melakukan pengawasan distribusi agar LPG subsidi tepat sasaran, khususnya bagi RTS, usaha mikro, petani sasaran dan nelayan sasaran.
Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution menyampaikan bahwa penambahan kuota ini menjadi dasar penting untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat jelang akhir tahun.
“Pemkab Madina terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, Pertamina, agen, dan pangkalan resmi agar penyaluran LPG 3 kg berjalan lancar, sesuai kuota, dan tepat sasaran,” kata Saipullah, Rabu (24/12).
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM, Dirjen Migas, serta Pertamina.
“Penambahan kuota ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan energi masyarakat. Ini juga memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung stabilitas sosial dan ekonomi di Madina,” ujarnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG di pangkalan resmi dan tidak melakukan panic buying.
“Dinas Perdagangan akan kami tugaskan untuk mengawasi langsung distribusi LPG di lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder,” tegasnya.
Kuota cukup hingga akhir tahun
Kepala Dinas Perdagangan Madina, Parlin Lubis menjelaskan, dengan adanya penyesuaian tersebut terdapat tambahan 947 metrik ton LPG subsidi.
Berdasarkan perhitungan kebutuhan harian masyarakat, konsumsi berada pada kisaran 9.000 - 11.000 tabung per hari dengan asumsi, rumah tangga 1 tabung untuk 4 - 7 hari, usaha mikro 1 tabung untuk 1 - 4 hari.
“Berdasarkan perhitungan, penambahan kuota cukup hingga akhir tahun,” ujar Parlin.
Pihaknya juga rutin memantau pasar rakyat dan berkoordinasi dengan agen untuk memastikan suplai ke pangkalan berjalan baik.
Harga sembako stabil jelang Nataru
Selain energi, harga bahan pokok di sejumlah pasar rakyat di Madina juga terpantau stabil menjelang libur Nataru.
Berdasarkan pemantauan dilakukan Dinas Perdagangan pada periode 22 - 24 Desember 2025 di Pasar Kotanopan, Pasar Baru Panyabungan dan Pasar Rakyat Sinonoan, sebagian besar komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, daging ayam, dan kebutuhan pokok lainnya masih berada di kisaran harga wajar.
Di sejumlah komoditas hortikultura terjadi fluktuasi harga, misalnya cabai rawit yang sempat naik sekitar 16,7 persen sebelum kembali stabil. Namun kenaikan tersebut dinilai masih dalam kategori wajar karena peningkatan permintaan musiman.
Komoditas strategis seperti minyak goreng Minyakita juga dilaporkan tersedia di pasaran sesuai harga ketentuan, sementara beberapa komoditas perikanan justru mengalami penurunan harga karena pasokan mencukupi.
Bupati Saipullah menegaskan pemerintah daerah akan terus menjaga ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusi.
“Sampai saat ini kondisi masih terkendali dan masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Dinas Perdagangan memastikan pemantauan harga akan dilakukan secara intensif sebagai langkah antisipasi kemungkinan lonjakan harga menjelang pergantian tahun.
Pewarta: HolikEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026