Langkat (ANTARA) - Bupati Langkat Syah Afandin memimpin upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-77 Tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat yang digelar di halaman kantor Bupati Langkat, Senin.
Upacara dihadiri Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti, Sekda Amril, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para Kepala Perangkat Daerah (KPD), pejabat eselon ll lll lV dan pejabat fungsional dan struktural di lingkungan pemerintah kabupaten Langkat, serta peserta upacara yang terdiri dari ASN dan non ASN.
Upacara ini menjadi momentum refleksi bersama bagi aparatur pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya semangat bela negara yang tidak hanya diwujudkan dalam sejarah perjuangan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Bupati Langkat Syah Afandin membacakan Amanat Presiden Republik Indonesia yang menyoroti kondisi saudara-saudara sebangsa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah diuji oleh bencana alam. Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk hadir dan membantu, sebagai wujud nyata bela negara di masa kini.
“Bela negara hari ini bukan hanya soal angkat senjata, tetapi tentang kehadiran kita membantu sesama yang tertimpa musibah, menjaga persatuan, dan memperkuat solidaritas kebangsaan,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.
Amanat Presiden juga mengingatkan peran besar Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam sejarah Republik Indonesia. Aceh dikenal sebagai “Daerah Modal” yang menopang perjuangan diplomasi dan kemerdekaan. Sumatera Utara tercatat sebagai pusat perlawanan rakyat Medan Area, sementara Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, menjadi tempat lahirnya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menyelamatkan keberlangsungan pemerintahan saat masa paling kritis.
“Tanpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Dari sanalah kita belajar bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa,” lanjut amanat tersebut.
Melalui peringatan Hari Bela Negara Ke-77 ini, Bupati Langkat Syah Afandin mengajak seluruh ASN dan masyarakat Langkat untuk menumbuhkan cinta tanah air melalui peran masing-masing, mulai dari menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, menangkal hoaks di ruang digital, hingga aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan Hari Bela Negara sebagai pengingat untuk terus bersatu, peduli, dan bangkit bersama menghadapi setiap tantangan,” ujar Syah Afandin.
Apel peringatan ditutup dengan seruan “Salam Bela Negara” sebagai simbol komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, dan berdaya saing, dengan masyarakat sebagai kekuatan utamanya.
