Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan sebanyak 458 ton jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak telur di wilayah ini.
"Kami telah menyalurkan sebanyak 458 ton dari 1.418 ton jagung SPHP yang akan disalurkan ke peternak telur," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto, di Medan, Selasa.
Budi mengatakan peternak telur yang telah disalurkan itu berada di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Berdagai, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Simalungun.
Lebih lanjut, ia mengatakan, peternak telur yang belum mengambil jagung SPHP tersebut berdomisili di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Binjai.
"Penyaluran jagung SPHP itu dilakukan hingga 31 Oktober 2025, untuk itu kami mengimbau kepada peternak telur yang telah didata agar segera melaporkan untuk penyaluran jagung tersebut," kata dia lagi.
Pihaknya menyatakan penyaluran jagung pakan yang disalurkan merupakan Jagung Pipil Kering (JPK) hasil pengadaan dalam negeri dengan kualitas kadar air (KA) 14 persen dan kandungan aflatoxin maksimal 50 ppB.
"SPHP jagung pakan itu yang disalurkan kepada peternak ayam petelur mandiri dengan harga Rp5.000 per kilogram dengan kemasan baru 50 kilogram netto," kata dia.
Budi mengatakan penyaluran jagung SPHP pakan itu diharapkan dapat mengurangi ongkos produksi telur ayam, sehingga ke depan potensi kenaikan harga telur ayam dapat diturunkan dan sesuai dengan harga acuan pemerintah.
Budi melanjutkan sesuai amanah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 20 peternak ayam petelur mandiri dengan jumlah 1.418 ton untuk di Sumut sebagai menstabilkan harga telur di pasaran.
