Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan stok jagung di gudang mencapai 4.140 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak ayam petelur.

“Stok jagung pipil tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam petelur di Sumut,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Senin.

Budi mengatakan terdapat potensi kenaikan harga jagung di Sumut seiring panen yang mulai menyusut, sehingga penyaluran sesuai perintah pemerintah pusat perlu segera dilakukan.

Pihaknya siap menyalurkan jagung tersebut. Dari total stok 4.140 ton, Bulog sebelumnya telah melakukan penyaluran sebanyak 1.418 ton kepada peternak ayam petelur dalam program SPHP.

Penyaluran jagung SPHP itu menyasar peternak di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan.

Menurut dia, daerah tersebut merupakan sentra peternak ayam petelur yang memasok kebutuhan telur untuk pasar Sumatera Utara.

“Selain itu, penyerapan jagung masih berpotensi bertambah, terutama dari Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Padang Lawas Utara,” ucap Budi.

Ia mengatakan total penyerapan jagung pipil dari petani mencapai 2.060 ton pada periode Januari hingga 11 April 2026.

Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut terus melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri, serta pemerintah daerah.

Ia mengatakan harga pembelian Bulog sebesar Rp6.400 per kilogram di tingkat petani. Jagung pakan yang disalurkan merupakan Jagung Pipil Kering (JPK) hasil pengadaan dalam negeri dengan kadar air (KA) 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026