Aekkanopan (ANTARA) - Sebanyak 40 akseptor dari delapan kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengikuti pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) gratis yang digelar pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) di RS Sri Pamela Mambang Muda, Selasa (9/9).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Labura Hendri Yanto Sitorus bersama Wakil Bupati Samsul Tanjung serta jajaran organisasi perangkat daerah.
Dalam sambutannya, bupati mengapresiasi DPPKB yang telah menggagas kegiatan ini. Menurutnya, program Keluarga Berencana (KB) tidak hanya sebatas penggunaan alat kontrasepsi, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran, cara pandang, serta perubahan perilaku masyarakat.
“Pelayanan KB MOW atau tubektomi merupakan metode kontrasepsi permanen yang bersifat sukarela bagi wanita yang tidak ingin hamil lagi. Kegiatan ini untuk meningkatkan kesehatan ibu, kualitas keluarga, serta mencegah stunting di Kabupaten Labura,” kata bupati yang akrab disapa HYS tersebut.
Ia menegaskan, Pemkab Labura berkomitmen penuh mendukung program KB sebagai upaya melahirkan generasi penerus yang sehat dan cerdas.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Labura Erni Malinda Napitupulu menyampaikan terima kasih kepada pihak RS Sri Pamela Mambang Muda yang telah memfasilitasi kegiatan. Ia melaporkan sebanyak 40 akseptor dari delapan kecamatan mengikuti pelayanan MOW tersebut.
Rinciannya yakni Kecamatan Kualuh Hulu enam orang, Kualuh Selatan delapan orang, Aek Kuo delapan orang, Aek Natas empat orang, Na IX-X enam orang, Marbau lima orang, Kualuh Leidong dua orang, dan Kualuh Hilir satu orang.
Pada kesempatan itu, seluruh akseptor MOW juga menerima biaya pengganti tidak bekerja yang diserahkan langsung oleh Bupati Labura.
