Medan (ANTARA) - Atlet para tenis meja National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara, Hendri, sukses menyabet medali perak pada Kejurnas yang berlangsung di Pluit Village Mall, di Jakarta.
Pada laga final di nomor tunggal kursi roda TT3 Putra, Hendri harus mengakui ketangguhan atlet asal Jawa Barat, Cahyo Pambudi dengan skor ketat 2-3 (8-11, 11-9, 12-14, 11-9, 7-11).
Meski harus puas denga nmedali perak, Hendri melalui pesan Whatsapp, Senin, mengaku torehan di Kejurnas itu sudah cukup baik, mengingat pesaing utama merupakan atlet pelatnas. Medali perak ini juga ia persembahkan untuk jajaran tim pelatih, atlet, dan pengurus NPC Sumut.
"Sudah cukup memuaskan lah atlet seperti pemula aku nih. Apalagi, melawan anak-anak pelatnas dan bisa mengimbangi. Cuma karena saya kurang tenang dan pengalaman, jadi harus mengakui keunggulan lawan,” katanya.
Kejurnas ini juga dijadikan evaluasi sekaligus menambah pengalaman tanding guna persiapan jangka panjang menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028. Mengingat, atlet yang dihadapi di Kejurnas kali ini, sebagian besar juga akan tampil di Peparnas.
"Menghadapi Peparnas 2028, ke depan akan berlatih keras lagi di daerah. Tidak hanya teknik seperti penerimaan service, tapi evaluasi lainnya," katanya.
Sementara Ketua NPC Sumut Alan Sastra Ginting mengapresiasi atas pencapaian Hendri di Kejurnas.
Bagi Alan, sebagai atlet non pelatnas, pencapaian ini merupakan kejutan sekaligus menggambarkan kekuatan cabang olahraga tenis meja mulai berbicara di tingkat nasional.
"Selamat kepada Hendri atas prestasinya di Kejurnas itu. Kita tahu, tidak mudah bisa mencapai laga final apalagi pesaing cukup banyak terutama dari Pelatnas. Kita berharap, jangan berpuas diri dan teruslah berlatih demi prestasi lebih baik lagi ke depan," katanya.
Pada kejurnas tersebut, Sumut diperkuat dua atlet, yakni Henri (TT3) dan Sofyan (TT4). Namun, di nomor ganda, Sumut belum mampu mempersembahkan medali.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hendri boyong perak Kejurnas Para Tenis Meja
