Medan (ANTARA) - Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) siap menjadi kolaborasi dan mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat hilirasi ekonomi khususnya di bidang ekspor industri kopi Indonesia, terutama dalam rangka merespon kebijakan tarif 19% yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk impor produk asal Indonesia.

Hal itu diutarakan oleh Ketua Umum BPP AEKI Irfan Anwar didampingi Penasehat BPP AEKI Abdul Latief saat bertemu dengan Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso M.Si pada Kamis (16/07) di Kantor Kementerian Perdagangan RI, Jakarta. 

Melalui pertemuan tersebut, Irfan mengungkapkan bahwa industri kopi Indonesia saat ini telah menjadi salah satu penopang utama ekspor Indonesia selain di sektor minyak dan gas (migas), dengan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

“Sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, Indonesia memiliki kekayaan varietas kopi yang sangat beragam serta karakteristik rasa yang unik. Namun, untuk dapat bersaing secara global, diperlukan strategi komprehensif yang mencakup pemanfaatan peluang tarif, penguatan hilirisasi produk, serta kolaborasi aktif dengan institusi perdagangan luar negeri seperti ITPC (Indonesia Trade Promotion Center),” ungkap Irfan pada pertemuan tersebut.

Irfan menilai, kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang ditetapkan Presiden Donald Trump ke Indonesia bisa menjadi momentum positif bagi Indonesia untuk memperkuat sektor ekspor kopi ke Amerika Serikat, yang ternyata lebih rendah dibandingkan negara-negara penghasil kopi lain di dunia.

“Produk kopi asal Indonesia dikenakan tarif masuk sebesar 19%, yang lebih rendah dibandingkan Vietnam (20%) dan jauh lebih rendah dibandingkan Brasil yang dikenakan tarif hingga 50%.
Perbedaan tarif ini memberikan keuntungan strategis bagi eksportir Indonesia, karena dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif kepada buyer Amerika tanpa harus mengorbankan kualitas,” ujarnya.

AEKI melihat, lanjut Irfan, dalam iklim persaingan global yang semakin ketat, struktur tarif yang lebih rendah dapat menjadi senjata utama untuk meningkatkan volume ekspor dan memperluas pasar.

“Pemerintah dan para pelaku usaha harus memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Dengan tarif yang lebih kompetitif, Indonesia memiliki kesempatan emas untuk mengencangkan ekspansi dan penetrasi pasar kopi ke Amerika Serikat, termasuk ke segmen specialty coffee yang memiliki pertumbuhan tinggi dan nilai jual lebih besar,” pungkasnya.

Oleh karena itulah, hilirasi dapat menjadi solusi yang tepat untuk mendorong peningkatan nilai jual produk kopi asal Indonesia sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui Kementerian Perdagangan.

“Fokus tidak hanya pada ekspor kopi dalam bentuk green bean, tetapi juga pada produk-produk bernilai tambah seperti roasted bean, ground coffee, drip bag dan kopi siap saji dalam kemasan (RTD – ready to drink),” pungkasnya.

Kementerian Perdagangan RI (Kemendag RI) tentunya sangat menyambut baik kerjasama ini, Kemendag RI juga secara aktif akan mengupayakan keberhasilan dan keringanan bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspor.

“Kemendag juga akan mendorong agar SDM asal Indonesia diberikan akses untuk magang di beberapa negara. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung bagi pelaku usaha atau staf ekspor dari perusahaan dalam memahami preferensi konsumen, jaringan distribusi, persaingan harga, hingga peluang kerjasama dagang di negara tujuan,” ujar Mendag Dr. Budi Santoso M.Si melalui keterangan tertulis.

“Dengan begitu, perusahaan tidak hanya mengandalkan pihak ketiga dalam pemasaran internasional, tetapi juga dapat membangun jaringan sendiri dan memperkuat branding produknya,” lanjutnya. 

Mendag berharap kedepan, kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri, dan perwakilan dagang luar negeri akan menjadi kunci dalam membentuk ekosistem ekspor yang berkelanjutan. Melalui strategi yang tepat, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai negara penghasil kopi, tetapi juga sebagai pemain utama dalam rantai nilai kopi dunia yang unggul dalam inovasi, kualitas, dan branding.
 



Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026