Medan (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan memberangkatkan sebanyak 450 prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini Kewilayahan Yonif 126/KC untuk menjaga wilayah perbatasan di Papua.
"Keberangkatan satgas ini bertujuan menjaga kestabilan keamanan wilayah perbatasan Republik Indonesia di Papua," ujar Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Rio Firdianto di Medan, Selasa.
Pangdam mengatakan prajurit tersebut akan bertugas melakukan patroli keamanan di daerah perbatasan antara Papua dengan Papua Nugini sekitar 12 bulan.
Selain itu, tugas prajurit untuk mencegah masuknya ancaman dari luar, serta mempererat hubungan baik dengan negara perbatasan tersebut.
"Ditambah, tugas prajurit juga melaksanakan pembinaan teritorial perbatasan dengan memberdayakan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraan," tutur Rio.
Caranya, ia mengatakan, masyarakat yang berada di wilayah perbatasan yang dijaga oleh prajurit itu akan dibekali pengetahuan, tentang pertanian untuk memberikan edukasi kepada masyarakat setempat.
"Semoga ini bisa membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia di Papua," ucapnya.
Untuk itu, Pangdam menyampaikan prajurit merupakan peran penting dalam pembinaan teritorial, serta menjadi cerminan dari semangat manunggal TNI dan rakyat.
Dengan membangun hubungan yang harmonis yang bukan hanya memperkuat kepercayaan masyarakat, tapi juga menciptakan kondusif bagi stabilitas dan ketahanan wilayah.
Rio menambahkan agar memperkuat prajurit yang ditugaskan, pihaknya telah membekali terkait pelaksanaan tugas di level Kodam I/Bukit Barisan, setelah itu dilakukan pra tugas Baturaja, Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan.
"Kami memonitor saat ini Papua cukup kondusif dengan banyaknya satuan melakukan patroli untuk menjaga perbatasan yang mengurangi ruang gerak KKB, data yang menunjukkan kontak menurun," kata dia.