Komoditas yang didatangkan Sumut dari luar negeri umumnya merupakan bahan baku penolong (76,54 persen), barang konsumsi (11,17 persen) dan barang modal (12,29 persen).
China menjadi negara asal impor Sumut terbanyak pada Juli 2023 dengan nilai 156,02 juta dolar AS (27,54 persen), kemudian Malaysia senilai 98,56 juta dolar AS (19,14 persen) dan Singapura dengan nilai 40,40 juta dolar AS (7,84 persen).
Nilai impor dari negara ASEAN 34,06 persen (192,95 juta dolar AS), dan negara-negara Asia di luar ASEAN 201,14 juta dolar AS (35,50 persen).
Berdasarkan nilai ekspor dan impor tersebut, neraca perdagangan Sumut pada Juli 2023 menghasilkan surplus 403,53 juta dolar AS.
Surplus tertinggi Sumut dihasilkan dari perdagangan dengan Amerika Serikat (80 juta dolar AS), disusul India (64 juta dolar AS) dan Belanda (32 juta dolar AS).
Sebaliknya, defisit terbesar datang dari perdagangan dengan tiga negara, yaitu Malaysia (70 juta dolar AS), Singapura (23 juta dolar AS) dan Australia (18 juta dolar AS).
"Neraca perdagangan Sumut aman dan bagus," tutur Nurul.