Edy menyebut ketika hasil ujian para direkayasa maka hasilnya juga akan direkayasa. "Kalau cerita kalau (rekayasa). buahnya nanti kalau juga. Ini yang saya anjurkan seluruh sekolah, ini dia harus objektif," ujarnya saat meninjau ujian di SMA Negeri 1 Medan, Senin (18/4).
Mantan Pangkostrad itu juga meminta pelaksanaan ujian harus objektif, dengan begitu kemampuan siswa atau murid yang sesungguhnya dapat diketahui.
"Si anak-anak ini juga untuk diri dia, mengembangkan ke depan sebatas apa dia mampu, ini harus objektif," bilangnya.
Ujian sekolah sebagai salah satu instrumen kelulusan para siswa itu, digelar berbasis komputerisasi atau Computer Based Test (CBT), dengan menggunakan komputer dan handphone. Para siswa terbagi dalam beberapa gelombang.
Pelaksana Tugas Kepala Pendidikan Sumut, Lasro Marbun, menambahkan 2.175 sekolah telah membentuk kepanitiaan ujian.
"Akan ada sanksi tegas diberlakukan jika terbukti ditemukan kecurangan, mulai dari sanksi administrasi, hukuman disiplin ASN dan penegakan hukum pidana," pesan Lasro.
Pewarta: Andika SyahputraEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026