Medan (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama industri keuangan dan stabilitas perbankan.

Pihaknya mengibaratkan bahwa likuiditas sebagai darah, sementara kepercayaan adalah jantung yang memompanya.

"LPS hadir lebih dekat, dan aktif membangun kepercayaan masyarakat. Secara nasional 99,9 persen rekening perbankan atau sekitar 677 juta rekening telah terlindungi oleh LPS," ujar Farid didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat pengukuhan Kepala Kantor LPS I Medan di Kantor Gubernur Sumut, Senin.

Di antaranya Sumatera Utara sendiri, lanjut dia, total sekitar 28,78 juta rekening dengan cakupan kurang lebih sama dengan melampaui angka internasional sekitar 80 persen.

Farid juga memaparkan, peran strategis Sumut dalam perekonomian nasional seperti tahun lalu berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional 5,19 persen tertinggi di Sumatera.

"Untuk dana pihak ketiga perbankan di Sumatera Utara hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp340,68 triliun," kata Farid.

Kepada Jimmy Ardianto selaku Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan yang baru, Farid berpesan agar menjadikan sinergi sebagai landasan utama dalam bekerja.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah di Sumatera, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan sektor perbankan.

"Pentingnya edukasi kepada masyarakat atas syarat penjaminan simpanan, memahami dinamika wilayah Sumatera, serta menjaga standar pelayanan di tengah perkembangan era digital semakin cepat," papar Farid.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menekankan pentingnya peran LPS dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.

Bobby meminta Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan di bawah kepemimpinan Jimmy Ardianto bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memajukan dunia keuangan, khususnya masyarakat sebagai nasabah.

"Tugas LPS bukan hanya soal teknis penjaminan saat ada bank yang tidak sanggup lagi, tapi bagaimana memperkenalkan diri melalui program-program yang edukatif. Masyarakat harus tahu bahwa uang mereka aman karena ada LPS yang menjamin," ujar Bobby.

Gubernur menegaskan, bahwa untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan di wilayah Sumatera Utara tidak dapat dilakukan secara sendiri.

Diperlukan kolaborasi antara LPS dengan 33 kabupaten/kota se- Sumatera Utara serta berbagai instansi terkait dengan pendekatan memperhatikan kearifan lokal di masing-masing daerah.

Pihaknya menyoroti, hingga kini masih banyaknya masyarakat Sumut yang belum memiliki akses langsung ke dunia perbankan, terutama di daerah.

"Untuk bisa mengurangi, karena masih ada 400 ribu lebih masyarakat kita di Sumatera Utara yang belum punya akses ke perbankan, baik itu rekening maupun sejenisnya," tegas Bobby.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026