"Setelah jumlahnya turun dalam beberapa hari, pasien suspek meningkat lagi bersamaan terjadi kenaikan pasien positif (terkonfirmasi) dan meninggal dunia," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah di Medan, Senin (3/8).
Pasien terkonfirmasi COVID-19 pada Senin bertambah 56 orang menjadi 4.193, sedangkan kasus meninggal dunia bertambah dua orang menjadi 204 orang.
Baca juga: Penutupan kampus USU diperpanjang hingga 8 Agustus 2020
"Walau pasien sembuh juga terus bertambah atau ada 39 orang pada Senin sehingga totalnya menjadi 1.652 orang, namun COVID -19 jangan dianggap sepele karena masih pandemi," ujarnya.
Aris menegaskan COVID-19 bisa dan harus dilawan dengan cara gotong royong dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Pasien COVID-19 meninggal dunia di Sumut bertambah tujuh orang
“Pemerintah sudah menunjukkan komitmen menyikapi pandemi COVID-19. Masyarakat diminta juga berkomitmen untuk bersama pemerintah mengatasi pandemi virus itu," ujar dia.
Bertambahnya lagi kasus dokter yang meninggal dunia di Medan karena COVID-19, yakni dr Andhika Kesuma Putra, menunjukkan siapapun bisa terpapar virus corona jenis baru itu.
Almarhum Andika, dokter spesialis paru, bertugas melayani pasien COVID-19 di Rumah Sakit G.L. Tobing dan Colombia Asia.
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.