Medan (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, PT Bank Sumut (Perseroda) lebih maju karena menggelar Manasik Haji Akbar 1447 H/2026 M.

"Bank syariah lain, itu melakukan hal yang serupa (manasik haji). Walaupun kami harus sebutkan salah satu yang dilakukan Bank Sumut itu advance, lebih maju," tegas Dahnil setelah menutup Manasik Haji Akbar 1447 H/2026 M Bank Sumut di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa.

Lebih maju, lanjut Dahnil, karena banyak bank syariah lainnya di daerah tidak menggelar manasik haji kepada setiap nasabahnya ketika menyambut musim haji tiba setiap tahun.

Wamenhaj berharap, Bank Sumut salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tetap berkomitmen terhadap agenda-agenda perhajian.

"Maksud saya lebih maju karena ada bank tidak melakukan, tetapi Bank Sumut melakukan itu. Artinya, Bank Sumut Syariah ingin menumbuhkan kepercayaan," jelas Danil.

Pihaknya menyarankan bank pembangunan daerah (BPD) ini untuk menjalin kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumut.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI pada 2025, menyatakan, kuota haji Indonesia yang ditetapkan sebanyak 221.000 orang, dan jemaah umrah sekitar tiga juta orang.

"Oleh sebab itu, kalau Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Kementerian Haji Sumatera Utara bersama Bank Sumut bisa bersama-sama memastikan kerja sama berjalan dengan baik, kami pasti dukung penuh Bank Sumut," tuturnya.

 

 

Wamenhaj juga mengingatkan BPD ini untuk memperbaiki layanan terhadap nasabahnya, terutama jamaah haji dan japmaah umrah di Sumatera Utara.

"Tetapi sampai detik ini Bank Sumut komitmennya bagus, komitmennya penuh untuk jemaah haji. Oleh sebab itu, kita berharap jemaah haji menabung di Bank Sumut semakin bertambah," ungkap Dahnil.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menjelaskan, pelaksanaan manasik haji akbar ini diikuti sebanyak 1.661 peserta dari total 1.807 nasabah yang melunasi biaya haji tahun ini.

Pihaknya mengatakan, manasik haji akbar Bank Sumut ini dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada 31 Maret–3 April, dan pada 5–8 April 2026.

Menurutnya, para peserta tersebut merupakan nasabah Tabungan Smart IB Makbul Bank Sumut Syariah dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

"Manasik ini menjadi penyelenggaraan ke-15 sejak pertama kali digelar pada 2006, setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19," jelas Heru.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenhaj nilai Bank Sumut lebih maju karena gelar manasik haji akbar

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026