• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News sumut
Selasa, 13 Januari 2026
Antara News sumut
Antara News sumut
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Berita Sumut
    • Asahan
    • Batubara
    • Binjai
    • Dairi
    • Deli Serdang
    • Diskop UMKM Kota Medan
    • Gunungsitoli
    • Humbang Hasundutan
    • Karo
    • Labuhan Batu
    • Labuhanbatu Selatan
    • Labuhanbatu Utara
    • Langkat
    • Madina
    • Medan
    • Nias
    • Nias Barat
    • Nias Selatan
    • Nias Utara
    • Padang Lawas
    • Padang Lawas Utara
    • Padang Sidempuan
    • Pakpak Barat
    • Pematang Siantar
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Sibolga
    • Simalungun
    • Tanjung Balai
    • Tapanuli Selatan
    • Tapanuli Tengah
    • Tapanuli Utara
    • Tebing Tinggi
    • Toba
    • Nasional
      • Pemerintah targetkan pembangunan irigasi Bendung Sei Wampu selesai 2026

        Pemerintah targetkan pembangunan irigasi Bendung Sei Wampu selesai 2026

        Sabtu, 8 November 2025 20:38

        Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan solusi atasi banjir dua kecamatan di Medan

        Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan solusi atasi banjir dua kecamatan di Medan

        Sabtu, 8 November 2025 19:42

        Menteri PU targetkan penanganan longsor ruas Medan-Berastagi di Sembahe rampung Desember

        Menteri PU targetkan penanganan longsor ruas Medan-Berastagi di Sembahe rampung Desember

        Sabtu, 8 November 2025 16:19

        Teuku Rahmatsyah dipercaya jabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, ini sosoknya

        Teuku Rahmatsyah dipercaya jabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, ini sosoknya

        Selasa, 14 Oktober 2025 13:30

        41 hakim dimutasi dalam rapim Mahkamah Agung Mei 2025, berikut daftarnya

        41 hakim dimutasi dalam rapim Mahkamah Agung Mei 2025, berikut daftarnya

        Sabtu, 10 Mei 2025 23:30

    • Regional
      • Dinkes: Korban keracunan makanan capai 132 orang

        Dinkes: Korban keracunan makanan capai 132 orang

        Rabu, 5 Juni 2024 21:40

        Elfin Elyas sebut perlunya optimalisasi Jalur distribusi wilayah Pantai Barat Sumut

        Elfin Elyas sebut perlunya optimalisasi Jalur distribusi wilayah Pantai Barat Sumut

        Rabu, 6 September 2023 20:48

        Bastian Panggabean lantik pengurus DPD IPK Padang Lawas

        Bastian Panggabean lantik pengurus DPD IPK Padang Lawas

        Kamis, 19 Januari 2023 21:27

        Aktivitas lempeng Indo-Australia akibatkan gempa  di Singkil, Aceh

        Aktivitas lempeng Indo-Australia akibatkan gempa di Singkil, Aceh

        Senin, 16 Januari 2023 9:28

        UAH apresiasi pinjaman tanpa bunga di Bukittinggi

        UAH apresiasi pinjaman tanpa bunga di Bukittinggi

        Senin, 17 Oktober 2022 0:30

    • Ekonomi Dan Bisnis
      • Emas Antam lanjutkan tren lonjakan harga, kini naik Rp21.000 per gram

        Emas Antam lanjutkan tren lonjakan harga, kini naik Rp21.000 per gram

        Selasa, 13 Januari 2026 12:04

        KAI:Stasiun KA Belawan urat nadi distribusi komoditas ke pasar global

        KAI:Stasiun KA Belawan urat nadi distribusi komoditas ke pasar global

        Selasa, 13 Januari 2026 12:01

        Rupiah melemah, pejabat Fed beri pernyataan hawkish terkait suku bunga

        Rupiah melemah, pejabat Fed beri pernyataan hawkish terkait suku bunga

        Selasa, 13 Januari 2026 11:59

        Hari ini harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian kompak stabil lagi

        Hari ini harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian kompak stabil lagi

        Senin, 12 Januari 2026 12:50

        Emas Antam pada Senin melonjak Rp29.000 ke angka Rp2,631 juta/gram

        Emas Antam pada Senin melonjak Rp29.000 ke angka Rp2,631 juta/gram

        Senin, 12 Januari 2026 12:15

    • Hukum dan Kriminal
      • Polda Sumut selidiki jaringan peredaran 2,5 kilogram zat keytamine

        Polda Sumut selidiki jaringan peredaran 2,5 kilogram zat keytamine

        Senin, 12 Januari 2026 18:09

        KPK tetapkan 5 tersangka usai OTT soal dugaan suap pemeriksaan pajak

        KPK tetapkan 5 tersangka usai OTT soal dugaan suap pemeriksaan pajak

        Minggu, 11 Januari 2026 11:21

        KPK mulai OTT pertama di 2026, tangkap pegawai pajak

        KPK mulai OTT pertama di 2026, tangkap pegawai pajak

        Sabtu, 10 Januari 2026 11:07

        Maruli apresiasi tindakan tegas Kanwil Sumut di lingkungan pemasyarakatan

        Maruli apresiasi tindakan tegas Kanwil Sumut di lingkungan pemasyarakatan

        Jumat, 9 Januari 2026 18:35

        KPK umumkan Yaqut Cholil dan Gus Alex jadi tersangka kasus kuota haji

        KPK umumkan Yaqut Cholil dan Gus Alex jadi tersangka kasus kuota haji

        Jumat, 9 Januari 2026 17:06

    • Olahraga
      • Bulu Tangkis
      • Futsal
      • Piala Dunia
      • Piala Eropa
      • PSMS
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Editorial
          • Artikel
          Dua dekade, PWI Tanjungbalai "lahirkan" 21 wartawan kompeten

          Dua dekade, PWI Tanjungbalai "lahirkan" 21 wartawan kompeten

          Rabu, 31 Desember 2025 15:34

          Aksi heroik Gemdeman evakuasi korban longsor Tapanuli Utara

          Aksi heroik Gemdeman evakuasi korban longsor Tapanuli Utara

          Selasa, 30 Desember 2025 17:01

          Advetorial - Kebijakan strategis Pemkot Tanjungbalai wujudkan "EMAS" ditengah efisiensi anggaran

          Advetorial - Kebijakan strategis Pemkot Tanjungbalai wujudkan "EMAS" ditengah efisiensi anggaran

          Selasa, 16 Desember 2025 14:38

          Cahaya dari Pesantren: Menanam Cinta Ilahi, Menuai Peradaban Dunia

          Cahaya dari Pesantren: Menanam Cinta Ilahi, Menuai Peradaban Dunia

          Selasa, 21 Oktober 2025 17:34

      • Peristiwa
        • Prabowo targetkan kemiskinan ekstrem nol pada 2029

          Prabowo targetkan kemiskinan ekstrem nol pada 2029

          Senin, 12 Januari 2026 15:29

          Gunung Semeru empat kali erupsi

          Gunung Semeru empat kali erupsi

          Senin, 12 Januari 2026 12:21

          Dasco telepon Prabowo hubungkan ke Purbaya saat rapat bencana di Aceh

          Dasco telepon Prabowo hubungkan ke Purbaya saat rapat bencana di Aceh

          Minggu, 11 Januari 2026 11:30

          Mendagri minta daerah bencana laporkan kerusakan fasilitas publik

          Mendagri minta daerah bencana laporkan kerusakan fasilitas publik

          Minggu, 11 Januari 2026 11:25

          Menkum: Transformasi digital Kemenkum selesai sepenuhnya April 2026

          Menkum: Transformasi digital Kemenkum selesai sepenuhnya April 2026

          Minggu, 11 Januari 2026 11:16

      • Cuaca
        • Brimob gencarkan pembersihan SMP Langkat percepat aktivitas belajar

          Brimob gencarkan pembersihan SMP Langkat percepat aktivitas belajar

          Senin, 29 Desember 2025 16:57

          Kementan/Bapanas kembali salurkan bantuan logistik bencana di Sumut

          Kementan/Bapanas kembali salurkan bantuan logistik bencana di Sumut

          Minggu, 28 Desember 2025 14:59

          Pemkot Medan kerahkan 3.000 personel atasi sampah usai banjir

          Pemkot Medan kerahkan 3.000 personel atasi sampah usai banjir

          Minggu, 28 Desember 2025 14:58

          Gubernur Sumut minta PPPK tingkatkan pelayanan kepada masyarakat

          Gubernur Sumut minta PPPK tingkatkan pelayanan kepada masyarakat

          Kamis, 25 Desember 2025 10:20

          Gubernur Sumut: Prioritas  pemerintah bangun rumah korban yang hilang

          Gubernur Sumut: Prioritas pemerintah bangun rumah korban yang hilang

          Sabtu, 20 Desember 2025 19:00

      • Foto
        • Pelindo Multi Terminal layani kapal bantuan korban bencana di Belawan

          Pelindo Multi Terminal layani kapal bantuan korban bencana di Belawan

          Senin, 12 Januari 2026 11:49

          Pangdam l/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Aramco di Langkat 

          Pangdam l/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Aramco di Langkat 

          Rabu, 24 Desember 2025 18:59

          KPP Pratama Lubuk Pakam Perkuat Pelayanan Prima Berbasis Coretax, Hadirkan Loket Tambahan hingga Layanan Akhir Pekan. 

          KPP Pratama Lubuk Pakam Perkuat Pelayanan Prima Berbasis Coretax, Hadirkan Loket Tambahan hingga Layanan Akhir Pekan. 

          Kamis, 18 Desember 2025 15:43

          Menyelamatkan lampu untuk peneranggan pascabanjir Bandang

          Menyelamatkan lampu untuk peneranggan pascabanjir Bandang

          Kamis, 4 Desember 2025 19:21

          Imigrasi TPI Belawan operasikan 3 inovasi layanan publik

          Imigrasi TPI Belawan operasikan 3 inovasi layanan publik

          Kamis, 20 November 2025 19:28

      • Video
        • Pemulihan bencana di Sumut, Kodam I/BB terima alat berat dari KSAD

          Pemulihan bencana di Sumut, Kodam I/BB terima alat berat dari KSAD

          Senin, 12 Januari 2026 11:22

          Pascabanjir Sumatera, Disdukcapil Medan ganti ribuan dokumen warga

          Pascabanjir Sumatera, Disdukcapil Medan ganti ribuan dokumen warga

          Kamis, 8 Januari 2026 17:18

          Hari pertama sekolah, ratusan siswa SD di Garoga belajar di tenda

          Hari pertama sekolah, ratusan siswa SD di Garoga belajar di tenda

          Senin, 5 Januari 2026 19:56

          Kodam I/BB bangun Jembatan Aramco guna pulihkan akses warga di Langkat

          Kodam I/BB bangun Jembatan Aramco guna pulihkan akses warga di Langkat

          Senin, 5 Januari 2026 14:30

          Mendikdasmen sebut revitalisasi sekolah di Sumut capai 48,5 persen

          Mendikdasmen sebut revitalisasi sekolah di Sumut capai 48,5 persen

          Minggu, 4 Januari 2026 23:24

      Jaga kesehatan telinga agar tidak tuli saat tua

      Rabu, 3 April 2019 20:26 WIB 2142

      Jaga kesehatan telinga agar tidak tuli saat tua

      Penderita disabilitas pendengaran mengikuti pemeriksaan telinga pada acara Bakti Sosial pemberian 1000 Pasang Alat Bantu Dengar (ABD) Elektrik di aula Panti sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/8/2016). Starkey Foundation bekerjasama dengan Komisi Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Jabar, Perhati-KL Jabar, Departemen Ilmu Kesehatan THT-KL FK Unpad dan Lions Club Jabar memberikan bantuan ABD gratis sebanyak 1000 pasang kepada penderita disabilitas pendengaran. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

      Jakarta (ANTARA) - Masalah kesehatan telinga sering kali baru ditangani ketika sudah ada gejala-gejala yang tidak nyaman dan dirasa mengganggu pendengaran.

      Padahal berbagai penyakit yang ada pada telinga sebenarnya bisa diminimalkan atau dicegah agar tidak berakibat masalah kesehatan atau bahkan ketulian.

      Tidak sedikit juga masyarakat yang abai terhadap perilaku tidak sehat atau salah memberi perlakuan pada telinganya yang berpotensi menyebabkan ketulian.

      Kasus ketulian di Indonesia terbagi ke beberapa jenisnya mulai dari tuli degeneratif pada orang tua yang jumlahnya empat persen dari orang usia lanjut, tuli sejak lahir, tuli akibat dari lingkungan, infeksi telinga tengah, pengumpulan serumen atau kotoran telinga, dan kejadian tuli mendadak.

      Tuli akibat usia menjadi paling banyak kasusnya dikarenakan sel-sel di organ rumah siput pada telinga mengalami degenerasi.

      Biasanya tuli degeneratif terjadi pada orang di usia lebih dari 60 tahun. Kendati demikian, banyak beberapa perilaku yang dapat mempercepat ketulian sehingga bisa dialami oleh orang yang lebih muda.

      Yang paling banyak ditemui di era teknologi di mana segala keperluan dapat dilakukan melalui gawai adalah penggunaan penyuara telinga atau "ear phone" tidak sesuai anjuran.

      Wakil Ketua Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) dr Hably Warganegara Sp.THT-KL menyebutkan suatu kasus ketulian hingga menurunkan fungsi pendengaran sangat signifikan pada seorang penumpang pesawat yang terbang dari Amerika Serikat menuju Indonesia.

      Penumpang tersebut mendengarkan musik menggunakan penyuara telinga tanpa berhenti sepanjang penerbangan. Akibatnya, fungsi pendengaran penumpang tersebut terus menurun hingga 80 desibel atau tuli berat.

      Contoh suara dengan kekuatan 80 desibel ialah suara grand piano atau dering telepon kabel. Aturan penggunaan penyuara telinga pada gawai ialah dengan batas volume maximum 60 persen dari pengaturan suara maksimal.

      Itu pun hanya boleh digunakan tidak lebih dari 60 menit. Bila penggunaan penyuara telinga terlalu keras ditambah waktu pemakaian yang lama berpotensi menurunkan fungsi pendengaran hingga 60 desibel.

      Sangat perlu diwaspadai bagi orang yang sering menggunakan penyuara telinga lebih lama seperti pemain game profesional berpotensi mengalami penurunan fungsi pendengaran lebih cepat.

      Terlebih lagi apabila ada orang yang kerap mendengarkan musik dengan menggunakan penyuara telinga saat tidur, sangat tidak dianjurkan.

      Efek penurunan fungsi suara akan terjadi perlahan-lahan seiring kerusakan rumah siput dan dapat mempercepat degenerasi sel-sel organ dalam telinga sehingga ketulian bisa dialami pada usia yang lebih muda.

      Perlu diketahui bahwa ketulian dikategorikan berdasarkan tingkatannya mulai dari yang ringan hingga berat.

      Tuli ringan contohnya tidak jelas mendengar perkataan lawan bicara sehingga minta diulang. Tuli ringan hanya bisa mendengarkan suara antara 30-40 desibel.

      Normalnya, pendengaran manusia dengan telinga yang sehat dapat mendengar tanpa ada batas waktu mulai dari 0 hingga 25 desibel. Di atas itu, ada batasan waktu untuk telinga mendengarkan suara yang keras agar tidak terjadi kerusakan pada organ dalam telinga.

      Suara dengan kekuatan 0 hingga di bawah 10 desibel seperti suara embusan angin yang menyebabkan gesekan daun serta suara burung berkicau. Suara 10 sampai 20 desibel seperti suara air menetes dan bicara dengan berbisik.

      Namun, orang dengan kemampuan pendengaran di atas 40 desibel terkadang mendengar orang lain berbicara dengan kata yang tidak beraturan. Orang dikatakan tuli sedang apabila kemampuan pendengarannya di atas 40-60 desibel.

      Misalnya, apabila dipanggil namanya dari belakang dia tidak mendengar. Suara dengan kekuatan 50-70 desibel antara lain suara bayi menangis, mesin penghisap debu, dan gonggongan anjing.

      Jika kemampuan pendengarannya berada pada 80 desibel, seseorang tidak dapat mendengar suara orang berbicara sehingga membuatnya hanya menerka dan membaca gerakan bibir. Kategori ini termasuk dalam tuli berat.

      Sementara yang paling parah ialah kemampuan pendengaran di atas 80-90 desibel hingga disebut seperti hidup di ruang hampa.

      Suara dengan kekuatan antara 80-120 desibel adalah suara kendaraan bermotor, dering bel, suara helikopter, mesin pesawat, musik band, dan letusan senjata.

      Penurunan fungsi telinga hingga menyebabkan ketulian ringan hingga sedang juga harus diperhatikan pada beberapa profesi pekerjaan.

      Pekerja yang bekerja di tempat bising seperti pabrik, area permainan di pusat perbelanjaan, pekerja di diskotik, dan lainnya yang terpapar suara bising secara terus menerus sangat berisiko.

      Bagi pekerja yang bekerja di tempat bising tersebut bisa meminimalkan efek buruk dari kebisingan dengan menggunakan penyumbat telinga atau pembatasan waktu dalam bekerja yang lebih sehat.


      Ketulian pada anak-anak

      Ketulian yang terjadi pada anak-anak biasanya dialami sejak lahir yang diakibatkan oleh beberapa faktor risiko.

      Faktor gen atau keturunan, kelahiran bayi prematur, bayi dengan hiperbilirubinemia, pengaruh obat-obatan ototoksik, bakteri meningitis, dan infeksi prenatal seperti virus rubella yang dialami ibu hamil kemudian menyerang janin bisa menyebabkan tuli kongenital.

      Untuk pencegahan tentu saja dimulai dari orang tua khususnya ibu yang menjaga pola makan dan pola hidup saat mengandung.

      Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya imunisasi campak rubella pada anak untuk mencegah penularan virus tersebut ke ibu hamil pada tiga bulan awal kandungan yang sangat rentan.

      Tidak sedikit kasus tuli kongenital terjadi karena infeksi virus rubella yang tidak hanya mengincar organ pendengaran pada janin, tetapi juga fungsi jantung dan penglihatan si jabang bayi.

      Namun apabila tuli bawaan lahir tetap terjadi, petugas kesehatan dan orang tua harus dapat mendeteksi secara dini apakah bayinya saat dilahirkan dapat mendengar atau tidak.

      Caranya dengan skrining atau mengetes pendengaran anak sejak lahir. Ketua Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher dr Soekirman Soekin Sp.THT-KL mengatakan semakin dini ketulian bawaan lahir ditangani, kemungkinan seorang anak dapat mendengar dan berbicara semakin tinggi dan lebih cepat.

      Ketika seorang anak mengalami ketulian sejak lahir, pada saat tumbuh dia tidak akan bisa berbicara karena tidak bisa mendengar suara untuk ditirukan dengan mulutnya.

      Soekirman menyebutkan ada dua langkah yang bisa dilakukan untuk mendeteksi sejak dini kemungkinan tuli bawaan, yaitu dengan mengetahui refleks anak yang disebut moro dan tes elektronik untuk mengetahui saraf pendengaran anak bekerja.

      Bayi diberikan suara dari bagian belakangnya yang tidak terlihat pandangan seperti menepuk tangan, memanggil keras, atau memukul meja.

      Jika anak kaget, mengejapkan mata, atau mengerutkan wajah, kemungkinan besar anak mendengar. Namun tes tersebut dinilai subjektif, sehingga diperlukan tes objektif pendengaran dengan alat Otoacoustic Emission (OAE) untuk mengetahui apakah rumah siput di dalam telinga bekerja.

      Dengan mengetahui adanya kelainan pendengaran pada anak sejak dini bisa dilakukan tindakan dengan segera agar anak bisa cepat mendengar dan berbicara.

      Keterlambatan deteksi anak tuli kongenital bisa berakibat tidak hanya pada anak yang tidak bisa mendengar, melainkan juga tidak dapat berbicara karena tidak mendengar apapun sejak lahir. Selain ketulian sejak lahir, anak juga kerap mengalami penurunan pendengaran akibat kotoran telinga yang menyumbat terlalu tebal.

      Kondisi ini memang sering dialami oleh anak-anak. Pembersihan akibat kotoran telinga yang mengeras dan menebal harus dilakukan oleh dokter.

      Soekirman melarang penggunaan alat korek telinga yang terbuat dari kapas (cotton bud), dari plastik, ataupun terbuat dari besi.

      Penggunaan cotton bud hanya akan mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam ke liang telinga. Penggunaan cotton bud sebenarnya hanya diperbolehkan untuk membersihkan lekukan yang ada di telinga bagian luar atau membersihkan kotoran telinga yang sudah keluar dengan sendirinya.

      Kotoran pada telinga yang berada di dalam liang belum perlu dibersihkan dan sebaiknya dibiarkan saja. Kotoran tersebut akan keluar dengan sendirinya seiring pergerakan rahang yang digunakan saat makan sehingga mendorong kotoran atau serumen keluar.

      Saat serumen sudah berada di liang bagian luar barulah boleh dibersihkan menggunakan cotton bud yang berukuran kecil.

      Pewarta: Antara
      Editor : Riza Mulyadi
      COPYRIGHT © ANTARA 2026

      Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

      • Whatsapp
      • facebook
      • twitter
      • email
      • pinterest

      Berita Terkait

      Orang tua diminta tak sembarang beri obat tetes telinga pada anak g g

      Orang tua diminta tak sembarang beri obat tetes telinga pada anak g g

      28 Maret 2024 14:34

      Praktisi kesehatan sampaikan rumus "60:60" untuk lindungi telinga

      Praktisi kesehatan sampaikan rumus "60:60" untuk lindungi telinga

      5 Maret 2024 19:57

      Cara atasi jerawat di  telinga

      Cara atasi jerawat di telinga

      4 Maret 2022 11:08

      Kenali mikrotia yang bisa disertai  gangguan pendengaran

      Kenali mikrotia yang bisa disertai gangguan pendengaran

      13 November 2021 09:37

      Kesadaran masyarakat soal kesehatan telinga  dinilai masih kurang

      Kesadaran masyarakat soal kesehatan telinga dinilai masih kurang

      2 Maret 2021 14:14

      Pakai earphone terlalu lama bisa sebabkan gangguan telinga

      Pakai earphone terlalu lama bisa sebabkan gangguan telinga

      20 November 2020 10:52

      Kiat menyiapkan makanan bergizi sederhana untuk anak

      Kiat menyiapkan makanan bergizi sederhana untuk anak

      8 Januari 2026 09:49

      Kemenkes fokus pulihkan layanan kesehatan pascabencana Sumatera

      Kemenkes fokus pulihkan layanan kesehatan pascabencana Sumatera

      7 Januari 2026 18:52

      Terkini

      • Emas Antam lanjutkan tren lonjakan harga, kini naik Rp21.000 per gram

        Emas Antam lanjutkan tren lonjakan harga, kini naik Rp21.000 per gram

        1 jam lalu

      • TNI gunakan heli salurkan pangan penuhi kebutuhan di Desa Tapteng

        TNI gunakan heli salurkan pangan penuhi kebutuhan di Desa Tapteng

        1 jam lalu

      • KAI:Stasiun KA Belawan urat nadi distribusi komoditas ke pasar global

        KAI:Stasiun KA Belawan urat nadi distribusi komoditas ke pasar global

        1 jam lalu

      • Mendagri sebut Kota Medan kembali normal pascabencana alam

        Mendagri sebut Kota Medan kembali normal pascabencana alam

        1 jam lalu

      • Rupiah melemah, pejabat Fed beri pernyataan hawkish terkait suku bunga

        Rupiah melemah, pejabat Fed beri pernyataan hawkish terkait suku bunga

        1 jam lalu

      Foto

      Pelindo Multi Terminal layani kapal bantuan korban bencana di Belawan

      Pelindo Multi Terminal layani kapal bantuan korban bencana di Belawan

      Pangdam l/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Aramco di Langkat 

      Pangdam l/BB Tinjau Pembangunan Jembatan Aramco di Langkat 

      KPP Pratama Lubuk Pakam Perkuat Pelayanan Prima Berbasis Coretax, Hadirkan Loket Tambahan hingga Layanan Akhir Pekan. 

      KPP Pratama Lubuk Pakam Perkuat Pelayanan Prima Berbasis Coretax, Hadirkan Loket Tambahan hingga Layanan Akhir Pekan. 

      Menyelamatkan lampu untuk peneranggan pascabanjir Bandang

      Menyelamatkan lampu untuk peneranggan pascabanjir Bandang

      Imigrasi TPI Belawan operasikan 3 inovasi layanan publik

      Imigrasi TPI Belawan operasikan 3 inovasi layanan publik

      Terpopuler

      623 bencana alam terjadi di Sumatera Utara sepanjang 2025

      623 bencana alam terjadi di Sumatera Utara sepanjang 2025

      Jadwal Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri dan Jojo jaga asa

      Jadwal Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri dan Jojo jaga asa

      Hari ini harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian kompak stabil lagi

      Hari ini harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian kompak stabil lagi

      Jadwal Malaysia Open: Lima wakil Indonesia berjuang di babak kedua

      Jadwal Malaysia Open: Lima wakil Indonesia berjuang di babak kedua

      Ribuan PPPK Paruh Waktu resmi dikukuhkan, Paluta perkuat layanan publik

      Ribuan PPPK Paruh Waktu resmi dikukuhkan, Paluta perkuat layanan publik

      Antara News sumut
      sumut.antaranews.com
      Copyright © 2026
      • Top News
      • Terkini
      • RSS
      • Twitter
      • Facebook
      • Berita Sumut
      • Regional
      • Ekonomi Dan Bisnis
      • Hukum Dan Kriminal
      • Olahraga
      • Editorial
      • Peristiwa
      • Ketentuan Penggunaan
      • Tentang Kami
      • Pedoman
      • Kebijakan Privasi
      • BrandA
      • ANTARA Foto
      • Korporat
      • PPID
      • www.antaranews.com
      • Antara Foto
      • IMQ
      • Asianet
      • OANA
      notification icon
      Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com