Harapan harga cabai tersebut bisa bertahan bahkan menaik lagi

Sipirok  (Antaranews Sumut) - Kurun waktu 4 - 5 bulan ke belakang hingga memasuki 2018 harga jual cabai merah di pasar tradisional Tapanuli Selatan mencapai Rp45 ribu/kilonya.

"Harapan harga cabai tersebut bisa bertahan bahkan menaik lagi," salah seorang petani cabai Mara Adil Hutasuhut ditemui di kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis. 

Ia mengatakan,  pada tingkat petani harga jual cabai merah saat ini mencapai Rp32 ribu/kilogramnya, naik Rp3 ribu/kilo menjadi Rp35 ribu pada tingkat pengecer. 

"Dengan harga jual Rp32 ribu/kilo petani sudah merasa lega (beruntung), dibanding sebelum Agustus 2017 lalu per kilo cabai merah di tingkat petani hanya dikisaran Rp6 ribu/kilo," ujarnya. 

Dengan naiknya harga cabai di daerah itu, ia juga bersama kelompok tani lainnya turut menaikkan produktifitas tanam cabai dengan harapan dengan nilai jual sekarang pendapatan petani dari komoditi cabai meningkat. 

"Kiranya harga cabai merah ini minimal bisa bertahan hingga masa panennya nanti kira-kira tiga bulan kedepan tepatnya bulan Maret mendatang," harapnya. 

Ia sendiri membudidaya cabai sekitar 12 mulsa (900 batang per mulsa) atau 10.800 batang cabai diatas hamparan tanah seluas 0,5 hektare lebih di desa Sampean, Sipirok, Tapanuli Selatan. 

Menurut Mara Adil, masa panennya sekitar tiga bulan, intensif perbatang akan memproduksi cabai seberat 1,1 kilogram. Bila dikonversi produksi 1,1 Kg dengan luasan tanam 12 mulsa akan ada hasil produksi cabainya sebesar 11,8 ton.

Lebih jauh ia berharap ada petunjuk dari pemerintah mengenai pola tanam cabai ke tingkat petani jangan sampai membanjir guna stabilisasi harga di pasaran. 



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026