Tapsel (ANTARA) - Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan pihak swasta dari Yayasan Buddha Tzu Chi kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pemulihan pascabencana dengan menyerahkan sebanyak 120 unit hunian tetap (Huntap) di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, didampingi Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, secara resmi menyerahkan sebanyak 120 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban bencana di Dusun Tamansari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Tapsel, Jumat (27/3) dari total 227 Huntap.
Menteri PKP dan Mendagri Puji Kinerja Bupati Tapsel Gus Irawan
Menteri PKP Maruarar Sirait memuji kinerja Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu dalam penanganan bencana alam.
Pujian Maruarar untuk Gus Irawan karena menjadikan Tapsel menjadi kabupaten tercepat membangun hunian tetap (huntap) bagi warga korban banjir.
"Fakta Bahwa kita sama-sama melakukan peletakan batu pertama di empat titik, tapi Tapanuli Selatan menjadi kabupaten yang pertama se Indonesia yang sudah selesai membangun huntap dengan cepat sesuai waktunya," ujar Maruarar.
Tak lupa kata Ara sapaan akrabnya bahwa Pembangunan huntap bagi warga korban banjir bandang di daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru sebanyak 227 unit. Sebanyak 120 unit sudah siap huni dan langsung diresmikan Maruarar.
Maruarar hadir bersama rombongan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara peresmian huntap.
Pembangunan huntap di Batangtoru dilakukan secara gotong royong oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di atas lahan milik PTPN IV Regional I Batangtoru. Selain bangunan, yayasan ini juga memberikan perabotan bagi warga.
Dalam progres pembangunan 1.103 huntap di seluruh Sumatera Utara, Tapsel menjadi kabupaten yang tercepat selesai membangun huntap. Sebanyak 120 rumah sudah selesai dan dihuni warga korban banjir.
"Saya harus memberikan apresiasi kepada abang saya, Bupati Tapsel Gus Irawan karena yang paling cepat dan paling masif pengerjaan huntap ada di Tapsel," ujar Maruarar.
Maruarar dan Tito Karnavian melakukan peletakan pembangunan huntap untuk wilayah Sumatera Utara di empat titik, Tapsel, Tapteng, Taput dan Sibolga secara bersamaan pada 20 Desember 2026 lalu.
"Mulainya sama-sama, tapi penyelesaiannya Tapsel yang pertama. Pembangunan tahap kedua juga akan segera dimulai," katanya.
Pemilihan lokasi huntap di lahan PTPN IV Regional I Batangtoru ini bisa dibilang cukup strategis. Untuk ke lokasi pasar hanya 15 menit hingga rumah sakit sekitar 20 menit.
Banyak Orang Baik Membantu
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mendapat pujian dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atas kinerjanya pemulihan pascabencana di Sumatera Utara.
Diketahui, Tapanuli Selatan menjadi kabupaten yang pertama di Sumatera Utara yang sudah selesai membangun hunian tetap (huntap) bagi warga korban banjir bandang.
Sebanyak 120 dari total 227 huntap kini sudah dihuni warga Batangtoru yang dibangun di Dusun Taman Sari, Batangtoru.
Huntap Batangtoru dibangun tanpa menggunakan anggaran pemerintah alias gotong royong oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Maruarar datang ke lokasi ini untuk meresmikan huntap bagi warga. Ia kemudian memuji kinerja Bupati Gus Irawan hingga meminta sang bupati memberikan bocoran atas capaian kinerjanya mempercepat pembangunan huntap.
"Kalau ditanya kata kuncinya, karena ada orang baik yang mau membantu kami, jadi tunjukkan respons yang lebih baik lagi," kata Gus Irawan.
Pada masa awal bencana, lanjutnya, Gus Irawan bersama Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian konsisten komunikasi soal percepatan pemulihan pasbencana di Tapsel.
"Pak Mendagri setiap pertemuan juga meningatkan soal data warga. Ini yang kami lakukan. Tapsel sudah mendapatkan semua fasilitas yang disiapkan negara," katanya.
Bupati Gus Irawan juga mendapat pujian dari Mendagri Tito Karnavian karena data untuk bantuan yang diajukan sudah berhasil sampai ke warga korban banjir Batangtoru.
"Ini semua karena data yang diajukan Pak Bupati ke kami lengkap. Saya sangat terima kasih," ujarnya.
Tito Karnavian sempat menyentil para bupati terdampak bencana di Sumatera agar bisa melengkapi data seperti yang dilakukan oleh Gus Irawan Pasaribu.
"Kepada bupati yang lain, tolonglah cepat data by name by addres. Kalau gak tahu, tanya Pak Gus Irawan bagaimana caranya. Makin cepat kami terima data, semakin cepat bantuannya tersalurkan," ungkapnya.
Pewarta: Khairul AriefEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026