Pandan, 2/2 (Antarasumut)- DPD Partai Perindo Kabupaten Tapteng, mengharapkan masyarakat lebih cerdas dalam menentukan pilihan dari empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati peserta Pemilu.
"Belajar dari pengalaman, Perindo sangat yakin masyarakat Tapteng, sudah semakin cerdas dalam menentukan sikap memilih siapa nantinya yang akan 'menakodahi' Tapteng lima tahun kedepan,"sebut Ketua DPD Perindo Tapteng, Milson Silalahi didamping Sekretari Sudarno Simanjuntak, Kamis.
Dari debat yang sudah dilaksanakan oleh KPUD Tapteng lanjut Milson, masyarakat telah mengetahui kwalitas masing-masing calon dengan sajian yang mereka sampaikan terkait program jika nanti terpilih.
"Jadikan debat para calon Bupati dan Wakil Bupati yang sudah berlangsung sebagai landasan untuk menentukan pilihan. Jangan memilih karena hal yang tidak mendasar. Mereka mecalonkan diri karena merasa mampu tapi, yang menilai mampu itu kita masyarakat Tapteng,"ujarnya.
Sebagai pendatang baru diperpolitikan Indonesia Partai Perindo berkomitmen turut serta menyukseskan Pilkada Tapteng 2017.
Partai Parindo menekankan kepada masyarakat Tapteng, membulatkan komitmen menolak segala cara bentuk merusak demokrasi.
"Jangan mau suara kita dibeli dengan uang, itu bukan cermin berdemokrasi. Jika hal itu terjadi apapun bentuk kesepakan para calon dengan masyarakat, memiliki alasan untuk diigkari. Hasilnya masyarakat sendiri yang akan menanggung akibat yang timbul atas kebijakan yang tidak pro rakyat,"imbuhnya.
Ia berharap debat terahir pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang direncanakan pada tanggal 6 Februari nanti,dijadikan pedoman ahir untuk menentukan pilihan.
"Saya yakin masi banyak pemilih di Tapteng menjadikan debat‎ sebagai landasannya untuk menentukan pilihan. Karena melalui debat terlihat siapa yang layak dan tidak layak. Siapa yang mampu atau tidak mampu merealisasikan programnya,"tandasnya.
Pewarta: JasonEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.