Tapanuli Tengah (ANTARA) - Seribuan warga jemaat dan pelayan GKPI Pandan Resort Pasar Tukka sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk penanganan dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 25 November 2025 lalu saat banjir mengakibatkan kerusakan fondasi bangunan gereja.

"Kami tidak pernah menyangka akan terjadi banjir separah bulan November 2025 kemarin yang sampai merusak fondasi dan tembok gereja kami ini. Padahal proses pembangunan gedung baru gereja masih berlangsung hingga saat ini," terang Pdt Erik Sunando Sirait didampingi Guru Jemaat GKPI Pandan, Penatua G Rajagukguk, Minggu (12/4).

Kondisi di lokasi, akibat hantaman banjir, fondasi gereja sudah tergerus dan tinggal hitungan meter dari bangunan gereja baru yang saat ini sedang berproses. 

Disebutkan, hal tersebut sudah dilaporkan langsung ke Pemkab Tapteng dan juga kepada BPBD setempat, namun belum ada realisasi penanganan, meski peristiwa banjir sudah lima bulan berlalu, dan kondisi fondasi semakin tergerus erosi akibat genangan banjir.

"Memang kami sudah memasang cerocok bambu untuk penanganan sementara. Tetapi itu tidak akan maksimal dibutuhkan pemasangan bronjong atau dyk tanggul. Untuk itulah kami mengharapkan perhatian pemerintah Tapanuli Tengah dan juga kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bobby Nasution maupun Pemerintah Pusat," jelasnya.

Jika kondisi fondasi gereja ini tidak segera diatasi, maka sangat mengancam kondisi bangunan gedung baru GKPI Pandan, sementara kondisi keuangan jemaat sudah terpakai untuk pembangunan gereja mengingat tidak terpikir akan terjadi banjir separah bulan November 2025 lalu.

"Karena ini akibat bencana alam, makanya kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah, mengingat ada anggaran pemerintah untuk bencana yang terjadi di daerah kita ini, apalagi ini untuk rumah ibadah. Sekali lagi kami memohon kepada Pemkab Tapteng, kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara dan pemerintah pusat, agar berkenan kiranya memberikan perhatian atas kondisi yang terjadi saat ini. Doa kami para pengambil kebijakan tergerak hatinya untuk membantu kami," tukasnya.



Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026