Tapanuli Selatan,6/1(Antarasumut)-Sungai Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan kembali meluap dan menggenangi beberapa Dusun dan Desa di Dua Kecamatan di daerah itu.

"Selain itu dek penahan banjir (bronjong) sungai sekitar 25 meter yang lagi saat dibangun di Pulo Lubang juga hancur dihantam ganasnya air".

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Selatan Ahmad Ibrahim Lubis mengabarkannya kepada Antarasumut, Jumat.

Ia mengatakan peristiwa itu tidak luput setelah lebih dua hari kebelakang curah hujan diwilayah Tapanuli Selatan cukup tinggi, dan puncaknya, Kamis tadi malam.

"Guyuran hujan selama dua hari penyebab meluapnya kembali sungai terbesar di Tapsel setelah peristiwa yang sama pada Desember 2016,"tegasnya.

Menurutnya, sejumlah titik area pemukiman warga ketinggian air ada yang mencapai hingga 50 centimeter sampai satu meter.

Dusun yang terendam mulai Pulo Lubang, Benteng, Taman Sari, Suka Maju berada di Kecamatan Batangtoru, dan Desa Bandar Tarututung di Kecamatan Angkola Sangkunur.

Untuk dek penahan banjir sepanjang 25 meter dengan tinggi lebih kurang 4,8 meter yang lagi saat dalam tahap pengerjaan akibat jebol pada banjir sebelumnya berlokasi di Dusun Pulo Lubang, Batangtoru.

"Pihak dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan sudah kembali diterjunkan melihat kondisi lapangan,"katanya.

Pihaknya siap mengantisipasi apa-apa yang nantinya masyarakat butuhkan dilapangan diakibatkan terkena banjir yang sudah merupakan langganan banjir setiap tahunnya tersebut.

Camat Kecamatan Batangtoru Batubara dihubungi Antarasumut melalui selularnya mengatakan sejak Kamis (5/1) permukaan air sungai Batangtoru sudah tampak mulai naik dari biasanya.

Ia juga mengatakan dua hari belakangan intensitas hujan diwilayah itu cukup tinggi, dan sungai Batangtoru yang mulai mendangkal tidak mampu menampung volume debit air.

"Kita bersama pihak unsur pimpinan kecamatan TNI dan Kepolisian sudah melakukan peninjaun kelokasi lokasi banjir tadi malam," katanya.

Menurutnya dek (bronjong) Pulo Lubang yang kembali dibangun tersebut atas desakan dan permohonan masyarakat sejumlah dusun sekitar.

"Jebolnya dek penahan itu menyebakan air bah merendam dusun-dusun di Batangtoru itu dan airnya mengalir hingga merendam Desa Bandar Tarutung," bebernya.

Di wilayah Batangtoru, Dusun terendam banjir Pulo Lubang 30 KK, Kampung Bawah (15 KK), Suka Maju (74) dan Kemuning (65 KK) ditambah sekitar lima hektare areal persawahan ketinggian air antara 50 centimeter hingga satu meter.

Kepala Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur Sihombing kepada BPBD telah melaporkan banjir tadi malam telah memaksa sekitar 30 kepala keluarga warga desa itu mengungsi ke lokasi aman untuk menghindari hal tidak diingini.

"Warga desa terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga mengantisipasi hal hal tidak diingini," katanya.

Luapan air sungai Batangtoru jelas Sihombing sudah merendam pemukiman warga, bahkan kata dia ketinggian air ada yang mencapai satu meter.


Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026