Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Aulia Andri di Medan, Senin, mengatakan, meski pilkada di Tebingtinggi hanya diikuti satu pasangan calon, tidak tertutup kemungkinan adanya pemanfaatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung pasangan calon tersebut.
Apalagi, katanya, pasangan calon tersebut adalah petahana yang diperkirakan masih memiliki pengaruh kuat di jajaran Pemkot Tebingtinggi.
Oleh karena itu, Bawaslu Sumut telah meminta Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Tebingtinggi untuk terus mengawasi perkembangan pilkada di daerah tersebut.
Menurut dia, pengawasan semakin diperlukan karena adanya laporan yang diterima pengawas di tingkat kecamatan mengenai aktivitas ASN untuk memenangkan calon petahana.
"Kita minta semuanya tetap diawasi, dan diproses sesuai dengan aturan," katanya.
Bawaslu tidak berkepetingan terhadap hasil pilkada, tetapi lebih berkeinginan agar pesta demokrasi tersebut berjalan dengan jujur dan adil.
"Kita meminta agar ASN tidak memanfaatkan ASN. `Fairlah` dalam pemilihan," kata Aulia.
Selain potensi keterlibatan ASN, Bawaslu Sumut juga mengingatkan tantangan pemilihan karena beredarnya informasi di tengah masyarakat adanya opini bahwa Pilkada Kota Tebingtinggi sudah selesai dengan satu pasangan calon.
Padahal, katanya, sesuai aturan, proses pemilihan tetap dijalankan meski pilkada tersebut hanya diikuti satu pasangan calon.
Kondisi itu menjadi tatangan tersendiri bagi seluruh penyelenggara untuk meyakinkan masyarakat agar hadir ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.
"Pilkada di Tebingtinggi memang calon tunggal, tetapi bukan berarti masyarakat tidak punya pilihan. Ngawur namanya jika ada yang mengarahkan bahwa pilkada di Tebingtinggi sudah selesai," katanya.
Pewarta: Irwan ArfaEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.