Medan, 27/10 (Antarasumut) - Sumatera Utara kembali meraih medali 1 emas, 2 perunggu di pertandingan final Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII tahun 2016/1438.
Medali emas kontingen Sumut diraih oleh Apriansyah setelah mengalahkan pesilat DI Yogyakarta Arham Ikwaluddin di kelas B putra. Sementara medali perak diraih Zulhairiyah setelah di partai final di kalahkan pesilat dari Jateng Vera Wahyu di kelas G putra, Hasbi Aliga dikalahkan pesilat Jatim Hatim Abdur Kaliki di kelas I putra.
Atas hasil yang diraih tersebut Sumut saat ini masih menempati urutan ke 7 dengan raihan 3 emas, 9 perak dan 9 perunggu.
Ketua Pajantapda Pospedasu Drs H Yulizar Parlagutan Lubis M.Psi (Puli) didampingi Ketua Kontingen Pospedasu Sumut Drs Mazrinal Nasution MAP mengatakan mengapresiasi atas hasil yang diraih oleh atlet pencak silat Sumut.
Sungguh sangat disayangkan bahwa pelatda yang dijalankan oleh atlet Pospedasu Sumut sangat singkat, coba kalau dilaksanakan lagi, dia yakin atlet Sumut akan lebih banyak mendulang medali.
Dia juga mengatakan bahwa perjalanan Pospdasu VII/2016 sudah berjalan dengan baik, namun pihaknya menyayangkan kesuksesan Pospdasu VII ini harus dikotori oleh adanya kontingen yang memanipulasi atlet diantaranya di cabang tenis meja, bola voli, futsal dan lainnya.
Padahal, sebutnya pospedasu dilaksanakan untuk melahirkan atlet-atlet berpotensi di pesantren namun banyak daerah mengotorinya dengan memanipulasi atlet hanya untuk kebanggaan daerah tega memanipulasi atlet dengan memasukkan atlet Pelatda dan atlet SMA.
Menyangkut atlet Sumut, pihaknya menjamin 100 persen atlet Sumut adalah murid pondok pesantren. Pospenas VII/2016 ditutup hari ini, Jum'at (28/10).