Sipirok, 28/8 (Antarasumut)- Masyarakat Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan sepakati pembukaan jalur akses jalan untuk tahap pembangunan PLTA dengan daya suplay Listrik sebanyak 510 Mega Watt di daerah Desa Bulupayung.
Raja luat Sipirok Ir Edward Siregar mengatakan, Minggu, demi pembangunan dan mensukseskan pembangunan proyek Nasional ini, saya setuju dan sepakat, dengan catatan nantinya proyek ini dapat meningkatkan prekonomian masyarakat lokal serta bisa membuka lapangan pekerjaan sekitar.
Masyarakat Sipirok dan sekitarnya, setuju dengan dibukanya akses jalan dalam pembangunan proyek Nasional PLTA Batangtoru dengan dilaksanakannya pertemuan bersama masyarakat Kecamatan Sipirok bersama PT NSHE dibagas godang Raja luat Sipirok, Minggu.
Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu, dalam sambutan mengatakan, proyek pembangunan PLTA Batangtoru merupakan program starategis Nasional serta bagian dari Nawacita program Presiden RI Joko Widodo, mari sama-sama kita dukung, dan mengajak untuk bergandengan tangan kepada setiap pemangku kepentingan demi suksesnya program pembangunan proyek yang bisa menghasilkan 510 Mega Watt.
Natinya, jika ada masyarakat yang mengklaim tanah yang dilengkapi surat-surat tidak menerima ganti rugi silakan dikoordinasikan kepada pihak pengembang, tapi jika ada yang mengklaim tanah tidak sesuai prosedur diharapkan tetap menjaga kekondusifan dan kearifan lokal sekitar pengerjaan pembangunan PLTA tersebut.
Laksanakan sesuai aturan, NGOP yang tidak melanggar aturan Pemerintah di Republik Indonesia, ucap Bupati kepada masyarakat dan pihak PT NSHE serta SinoHydro sebagai Main Countraktor.
Rizal Kapita selaku Senior Manager PT NSHE juga mengatakatan, dengan semangat kearifan lokal dan perduli lingkungan mari sama-sama membangun masa depan yang lebih baik terkhusus di Tapanuli Selatan, kami berharap perkerjaan PLTA ini didukung sepenuhnya oleh masyarakat dan element pendukung lainnya.
