untuk tahap awal pembangunan proyek litrik skala Nasional ini, yang menjadi priotritas kami yaitu infrastruktur jalan, jembatan dan faktor lainnya, termaksud ganti rugi lahan masyarakat sekitar yang nantinya terkena himbas pengerjaan proyek iniMarancar, 25/8 (Antarasumut)- PT NSHE menggelar syukuran adat persiapan pengerjaan pembangunan PLTA kapasitas suplay listrik mencapai 510 Mega Watt, di Bagas Godang Raja Luat Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis.
Raja Luat Marancar Darma Bakti Siregar, mengatakan, sudah selayaknya kami penduduk, putra daerah, dan raja adat yang adai di Sipenggeng, Kecamatan Marancar mendukung dan siap berperan demi meningkatkan taraf ekonomi lokal yang ada disini, ucapnya.
Dia juga menambahkan, dengan adanya PT NSHE nantinya dapat memberikan kontibusi positif dalam menerima pekerja lokal, dan meningkatkan taraf ekonomi sekitar operasi pembangunan PLTA ini.
"harapan saya kedepan terkait apa bila masih ada sengketa tanah yang harus di ganti rugi kedepan dapat duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan yang ada, sehingga kedepan tidak menimbulkan konflik sesama masyarakat kepada pihak PT NSHE.
Dalam prosesi syukuran adat menuju pembangunan PLTA dengan daya suplay listrik sebanyak 510 MW, juga melakukan proses menziarahi makam raja yang ada di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel, yang sebelumya telah dilakukan proses awal yaitu memotong hewan kerbau dalam menjunjung nilai adat di Tapanuli Selatan dan menguloasi secara adat kepada Direksi PT NSHE Ir Budi Susilo, Divisi Sosial Lingkungan M Arif Siregar, SE, serta Senior Manager PT NSHE Drs. Rizal Kapita.
Sementara, Direksi PT NSHE Ir Budi Susilo diselah-selah acara juga menjelaskan, untuk tahap awal pembangunan proyek litrik skala Nasional ini, yang menjadi priotritas kami yaitu infrastruktur jalan, jembatan dan faktor lainnya, termaksud ganti rugi lahan masyarakat sekitar yang nantinya terkena himbas pengerjaan proyek ini, segala aspek sudah kita perhatikan termaksud lingkungan, sosial, budaya kearifan lokal.
Dia berharap,masyarakat dapat mendukung sepenuhnya pembangunan proyek Nasional ini yang pengerjaannya mencapai 4-5 tahun terhitung pengerjaan tahun 2016 ini, kepada pemangku kepentingan juga saya berkeinginan pembangunan ini tidak menimbulkan konflik akan tetapi dapat menciptakan lapangan kerja, dan dapat meningkatkan nilai ekonomi sekitar.
Dukung program ini, karena program ini merupakan program Nasional yang ada di Tapanuli Selatan, terbesar di Sumatera Utara, serta terbesar ke dua se Indonesia dalam menuntaskan krisis Listrik, ungkapnya.
Pewarta: Khairul AriefEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.