Kedua rumah sedang kosong karena penghuninya sedang beribadah mingguTarutung, 24/7 (Antara) - Sejumlah dua unit rumah di Jalan TD Pardede, Gang Saroha 2, Kelurahan Hutatoruan VII, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara hangus terbakar, sekitar pukul 11.15 Wib, Minggu.
Dipastikan, peristiwa kebakaran yang terjadi tidak menimbukan korban jiwa. Meski, ditengah upaya pemadaman yang dilakukan, sejumlah tiga petugas pemadam kebakaran Pemkab Taput terpaksa dilarikan ke RSUD Tarutung karena mengalami hypoxia akibat kekurangan oksigen.
Informasi dihimpun di lokasi, saat kejadian, kedua pemilik rumah, yakni keluarga Situmorang dan Sitompul diketahui sedang melakukan peribadatan minggu, hingga kondisi rumah dalam keadaan kosong.
"Kedua rumah sedang kosong karena penghuninya sedang beribadah minggu," ungkap Camat Tarutung, Anas Siagian.
Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi, sontak menyadarkan warga sekitar atas peristiwa kebakaran yang terjadi. Pemadaman secara manual dengan mengandalkan siraman beberapa ember air pun menjadi langkah yang langsung dilakukan warga.
"Soal sumber api, hingga saat ini belum diketahui. Kepulan asap pertama kali terlihat dari arah bagian belakang rumah milik Boru Situmorang," ungkap Sekretaris Lurah Hutatoruan VII, Parni Aritonang, yang kediamannya berjarak dua rumah dari lokasi kebakaran.
Upaya pemadaman api dengan peralatan seadanya oleh warga ternyata tidak kunjung membuahkan hasil. Jilatan dan kobaran api semakin membara terhembus angin dan dengan cepat membakar habis bagian rumah Boru Situmorang, serta rumah milik Sitompul yang selama ini digunakan sebagai gudang alat-alat perabotan.
Untuk menghindari penyebaran api yang meluas, warga setempat bersama petugas damkar mengambil inisiatif perusakan terhadap dua unit rumah terdekat, yakni milik Silitonga dan Sagala.
Kehadiran petugas damkar yang menyertakan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Taput segera menjadi solusi pemadaman api, hingga kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.23 WIB.
"Kerugian material yang timbul akibat kebakaran ini masih dalam pendataan. Yang jelas tidak ada korban jiwa," tukas Parni.
Informasi dihimpun di lokasi, saat kejadian, kedua pemilik rumah, yakni keluarga Situmorang dan Sitompul diketahui sedang melakukan peribadatan minggu, hingga kondisi rumah dalam keadaan kosong.
"Kedua rumah sedang kosong karena penghuninya sedang beribadah minggu," ungkap Camat Tarutung, Anas Siagian.
Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi, sontak menyadarkan warga sekitar atas peristiwa kebakaran yang terjadi. Pemadaman secara manual dengan mengandalkan siraman beberapa ember air pun menjadi langkah yang langsung dilakukan warga.
"Soal sumber api, hingga saat ini belum diketahui. Kepulan asap pertama kali terlihat dari arah bagian belakang rumah milik Boru Situmorang," ungkap Sekretaris Lurah Hutatoruan VII, Parni Aritonang, yang kediamannya berjarak dua rumah dari lokasi kebakaran.
Upaya pemadaman api dengan peralatan seadanya oleh warga ternyata tidak kunjung membuahkan hasil. Jilatan dan kobaran api semakin membara terhembus angin dan dengan cepat membakar habis bagian rumah Boru Situmorang, serta rumah milik Sitompul yang selama ini digunakan sebagai gudang alat-alat perabotan.
Untuk menghindari penyebaran api yang meluas, warga setempat bersama petugas damkar mengambil inisiatif perusakan terhadap dua unit rumah terdekat, yakni milik Silitonga dan Sagala.
Kehadiran petugas damkar yang menyertakan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Taput segera menjadi solusi pemadaman api, hingga kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.23 WIB.
"Kerugian material yang timbul akibat kebakaran ini masih dalam pendataan. Yang jelas tidak ada korban jiwa," tukas Parni.
Pewarta: RelEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.