Anggota DPRD Sumut HM Nezar Djoeli di Medan, Minggu, mengatakan, pihaknya menyayangkan pemerintah mengurangi kurikulum pendidikan moral sebagaimana yang diterapkan pada masa lalu.
Ia mencontohkan materi dalam Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang mengajarkan anak-anak tentang nilai-nlai moral seperti etika, rela berkorban, dan tolong menolong sejak dini.
Dengan pendidikan moral sejak dini, diharapkan anak-anak tersebut tidak mudah terpengaruh dengan berbagai hal yang negatif jika telah dewasa nanti.
"Pendidikan moral salah satu solusi. Dengan pendidikan moral, mereka sudah memiliki filter ketika dewasa," katanya.
Pemerintah juga diharapkan tidak merasa puas meski telah memblokir sekitar 750 ribu situs dengan konten pornografi.
"Masih banyak situs lain yang tidak kalah berbahaya jika anak-anak belum memiliki landasan moral," kata politisi Partai Nasdem tersebut.
Anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar Leonard Surungan Samosir mengatakan, kekerasan seksual yang marak belakangan ini disebabkan terlalu mudah mengakses informasi yang berbau pornografi.
Kondisi itu sebenarnya tidak dapat disalahkan sepenuhnya karena dunia sedang menerima revolusi teknologi informasi sehingga akses tersebut sangat terbuka.
Fenomena yang disayangkan, banyak generasi muda yang tidak memiliki filter disebabkan kurang mendapatkan pendidikan moral sejak dini.
"Harus diakui, pendidikan moral belakangan ini masih rendah. Kami sangat sepakat jika pendidikan moral dimulai dari pendidikan dasar," katanya.
Pewarta: Irwan ArfaEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.