Turunnya harga beras dipengaruhi kondisi daerah pinggiran Kota Tebingtinggi seperti wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yakni Kecamatan Tebingtinggi, Kecamatan Sei Bamban dan Kecamatan Bandar Khalifah yang saat ini sedang panen raya padi. Beberapa kilang padi besar di wilayah Tebingtinggi kebanyakan mendapat pasokan gabah padi untuk dijadikan beras dari wilayah Kabupaten Sergai.
“Mungkin panen raya padi yang terjadi hampir diseluruh wilayah Sergai saat ini yang menyebabkan harga beras mengalami penurunan. Sebelumnya pada bulan Januari harga beras IR-4 Rp 285.000 kini turun menjadi Rp 265.000 persak ukuran 30 kilogram”, terang Abeng pemilik Kilang Padi di Jalan KL Yos Sudarso Tebingtinggi, Selasa (24/2).
Menurutnya, untuk pembelian gabah kering dari luar wilayah Tebingtinggi, Kilang Padi Abeng mampu memproduksi beras puluhan ton dengan harga Rp 6.300/kg dan kini harga gabah kering itu turun menjadi Rp 5.200 kg. Sebelumnya harga beli gabah basah dari petani siap panen harganya mencapai Rp 4.900 kg kini turun menjadi Rp 4.300 kg.
Sementara Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Tebingtinggi, Sabaruddin kepada wartawan mengaku, untuk wilayah pertanian di Tebingtinggi tidak mencukupi untuk kebutuhan beras, sebab dengan luas lahan hanya 224 hektar dengan hasil produksi gabah sebanyak 1.756 ton tidak akan mampu untuk mencukupi kebutuhan beras mencapai 14.670 ton. “Kalau untuk bahan pangan jenis beras, Tebingtinggi mengandalkan pasokan luar daerah, kalau tidak, Tebingtinggi akan devisit beras”, tandasnya.
Meski demikian, dia optimis stok beras untuk dua bulan kedepan tergolong aman. “Seseuai stok beras di kilang padi, grosir, pedagang sembako dan stok beras raskin untuk dua bulan mendatang termasuk aman, yaitu sekitar 1.354 ton”, terangnya (del)
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.