Proses penjaringan tersebut dimulai dengan melakukan berbagai persiapan melalui Rapat Koordinasi Khusus (rakorsus) Partai NasDem Sumut di Medan Rabu, kata Ketua Partai NasDem Sumut HT Erry Nuradi, Rabu.
Ia mengatakan, informasi yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terdapat 14 kabupaten/kota yang kepala daerahnya akan berakhir pada tahun 2015.
Sedangkan jabatan kepala daerah di sembilan kabupaten/kota lain akan berakhir pada 2106 dan pilkadanya akan digelar serentak pada 2015.
"Jadi, totalnya ada 23 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan pilkada pada 2015," katanya.
Melalui rakorsus tersebut, diharapkan seluruh pengurus kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan pilkada diminta menyampaikan peta kekuatan secara utuh di daerah masing-masing.
Ketua DPP Partai NasDem yang juga Korwil Sumut Martin Manurung mengatakan, rakorsus tersebut merupakan ajang konsolidasi pengurus dalam menyambut pelaksanaan pilkada.
Jika dibandingkan dengan parpol lain, kegiatan yang dilakukan Partai NasDem tersebut mungkin lebih awal. "Namun sebagai parpol baru, kita memiliki tugas lebih banyak," katanya.
Ia mengatakan, dalam menjaring tokoh yang akan didukung sebagai calon peserta pilkada tersebut, Partai NasDem akan melakukan penjaringan secara ketat.
Hal itu dimaksudkan untuk merealisasikan harapan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk meraih kemenangan minimal 50 persen terhadap calon yang didukung.
Untuk itu, pihaknya menjamin proses penjaringan yang dilakukan secara profesional dan antipolitik uang agar calon yang didukung nantinya benar-benar tokoh yang baik.
"Kita ingin pilkada yang bersih dan bisa memiliki calon yang sungguh-sungguh membela rakyat dan tidak terbebani. Karena itu, kita mengharamkan 'mahar politik" dan tidak akan 'menjual' kursi," katanya.
Selain proses penjaringa, Partai NasDem juga akan melakukan survei melalui empat lembaga independen dan terpecaya yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI), Charter Politica, Indobarometer, dan Polmar.
Pihaknya tidak akan meminta dana dari calon yang mendaftar dalam pelaksanaan survei tersebut karena seluruhnya ditanggung DPP Partai NasDem.
"Kita akan membuat survei yang jujur. Keempat lembaga survei memiliki integritas tidak dan tidak bisa diintervensi," kata Martin.
Sekretaris Partai NasDem Sumut Iskandar ST mengatakan, sebagai parpol baru yang bersifat modern, pihaknya melakukan sejumlah terobosan besar dalam penjaringan calon peserta pilkada.
Disebabkan ingin mendapatkan tokoh yang baik dan memiliki tempat di hati masyarakat, Partai NasDem tidak akan menolak elemen masyarakat mana pun yang ingin mendaftar dalam penjaringan yang dilakukan.
Namun pihaknya menerapkan sejumlah mekanisme tersendiri untuk mendapatkan calon terbaik yang memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pilkada.
Pihaknya memberikan kewenangan bagi kabupaten/kota untuk menyeleksi tokoh di daerah masing-masing guna disaring menjadi tiga nama guna disampaikan ke pengurus tingkat provinsi.
Kemudian, pengurus tingkat provinsi memiliki hak untuk memasukkan dua nama lagi yang dianggap baik untuk dipertimbangkan ke DPP Partai NasDem.
"Setelah itu, baru dibentuk tim survei independen yang dibiayai pengurus pusat," katanya. ***2***
(T.I023/B/I.K. Sutika/I.K. Sutika)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026