"Kita surplus beras 86.192 ton," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Haji Basrah Daulay SP, di Stabat, Selasa.
Basrah menjelaskan dari realisasi tanam padi sawah dan padi gogo (ladang) seluas 75.427 hektare, realisasi panen bersih seluas 65.983 hektare, dengan jumlah produksi Gabang Kering Panen (GKP) 395.717 ton.
Sementara untuk kebutuhan beras dengan jumlah penduduk 978.734 jiwa, kali 130 kilogram per kapita, maka didapatlah kebutuhan beras sebesar 127.235 ton.
Sehingga terdapat surplus beras 86.192 ton atau 67,74 persen, yang merupakan keberhasilan yang sangat besar ditengah berbagai bencana yang terjadi di daerah ini seperti kemarau maupun banjir.
"Walaupun kemarau dan banjir melanda kawasan ini namun petani mampu suprlus beras mencapai 86.192 ton," katanya.
Namun jika dibandingkan dengan kenaikan produksi beras pada tahun 2013 sebesar 254.710 ton, sementara tahun 2014 mendapatkan 213.427 ton, maka terjadi penurunan sebesar 41.283 ton, sambungnya.
Penurunan itu karena beberapa faktor seperti kemarau ataupun banjir, walaupun demikian tingkat produktivitas padi sawah kali ini cukup tinggi mencapai 60,12 kwintal per hektare.
"Itu yang menyebabkan produksi beras masih suprlus karena adanya produktivitas yang tinggi saat panen dilakukan oleh petani," katanya.
Ia mengharapkan tahun 2015 kiranya produktivitas panen juga akan meningkat, walaupun patok sementara ini pada kisaran 57,07 persen, itu untuk menjaga segala kemungkinan yang bisa terjadi.
Basrah Daulya juga menyampaikan terima kasihnya atas bantuan benih padi kepada para korban banjir dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sehingga petani bisa secepatnya kembali bertanam padi.***3***
(T.KR-IFZ/C/I.K. Sutika/I.K. Sutika) 03-02-2015
Pewarta: Imam Fauzi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.