Langkat, Sumut, 25/1 (Antara) - Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyampaikan jembatan Sei Musam di Kecamatan Batang yang runtuh sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun mobil dan truk.

"Jembatan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, mobil pribadi maupun truk," kata Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat Irwan Syahri, di Stabat, Minggu.

Irwan Syahri menjelaskan jembatan tersebut sudah diperbaiki oleh instansinya setelah dilakukan penimbunan dengan koral dan sirtu.

"Sudah kami lakukan penimbunan dengan koral dan sirtu, sehingga jembatan itu sudah bisa dilalui, termasuk dengan pemasangan bronjong di sisi kiri dan kanan yang ditimbun, agar tidak tergerus air," katanya.

Itu upaya sementara yang dilakukan oleh pihaknya menunggu nantinya perbaikan yang lebih permanen melalui anggaran yang ada.

Seperti diketahui jembatan tersebut ambruk saat banjir bandang menerjang kawasan itu Selasa (13/1) menyebabkan seorang warga yang sedang melintas hilang terseret arus sungai.

"Ada warga yang hilang akibat jembatan ambruk," kata Kepala Wilayah Kecamatan Batang Serangan, Resti Yanti, waktu itu.

Resti Yanti menjelaskan sekitar pukul 05.00 WIB, seorang warga bernama Jenda Mia Sitepu (37) melintas di jembatan itu untuk berbelanja ke Pasar Batang Serangan.

Ternyata pondasi jembatan rapuh karena tergerus air sungai yang sangat deras sehingga ambruk, dan korban yang melintas di atasnya langsung terjatuh ke sungai dan tenggelam.

Korban Jenda Mia Sitepu berhasil ditemukan beberapa hari setelah kejadian itu, dan korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga. ***4***
(T.KR-IFZ/B/T. Susilo/T. Susilo)

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026