Setelah sebelumnya di Jalan Nibung Raya, kini giliran drainase di seputaran Kampus Universitas Sumatera Utara Jalan Dr Mansyur, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru yang dikorek sehingga airnya mengalir ke Sungai Putih. Pengorekan drainase ini dilakukan mulai persimpangan Jalan Jamin Ginting/Jalan Dr Mansyur sampai persimpangan Jalan Dr Mansyur/Jalan Pembangunan yang berbatasan dengan Kecamatan Medan Selayang.
Pengorekan berjalan lancar dan cepat, sebab permukaan drainase tidak ditutup dengan beton. Seluruh lumpur dan sampah yang selama ini menyumbat drainase langsung diangkat menggunakan sekop dan cangkul.
Menurut Wali Kota, pengorekan drainase ini dilakukan untuk mengatasi titik genangan air yang selama ini terjadi di Jalan Dr Mansyur ketika hujan deras turun. Banyaknya lumpur dan sampah menyebabkan drainase tidak berfungsi meski elevasi drainase menuju Sungai Putih sudah cukup baik. Akibatnya ketika hujan deras turun, drainase tidak mampu menampung debit air dan mengalirkannya ke Sungai Putih. Akibatnya air meluap dan menggenangi badan Jalan Dr Mansyur.
“Insya Allah dengan pengorekan yang kita lakukan ini, drainase kembali berfungsi sehingga mampu menampung curah hujan dan tidak menggenangi badan jalan lagi. Untuk itulah saya minta kepada Dinas Bina Marga rutin melakukan pengorekan,” ungkap Wali Kota.
Setelah dilakukan pengorekan, Wali Kota memerintahkan kepada Camat Medan Baru untuk rutin melakukan pengawasan dan memberikan pengertian kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah ke dalam drainase. Di samping itu rutin mengajak masyarakat gotong royong, setidajknya membersihkan dainase yang ada di depan rumahnya masing-masing.
Mengatasi titik-titik genangan air kata Wali Kota, bukan seperti membalikkan telapak tangan. Perlu dicari dulu apa yang menjadi akar masalahnya. Setelah itu barulah diputuskan solusi mengatasinya. Untuk itu Wali Kota mengatakan Pemko Medan membuka pintu bagi pihak-pihak yang ingin memberikan solusi dalam mengatasi titik genangan air.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.