Oleh Evalisa Siregar
Medan, 3/4 (Antara) -Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap membangun rumah pengungsi korban erupsi Sinabung yang selama ini tinggal di radius tiga kilometer dari gunung tersebut.
"Pemkab Karo sudah mendapatkan lahan seluas 250 hektare di Desa Kacinambun. BNPB sedang menunggu kepastian lahan itu untuk bisa segera membangun rumah pengungsi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut H. Asren Nasution disela acara Musyawarah Rencana Pembangunan Pemprov Sumut di Medan, Kamis.
Lahan itu bisa menampung 400 kepala keluarga ditambah untuk area perladangan warga.
Pemerintah berharap pembangunan rumah untuk pengungsi itu bisa secepatnya dilakukan untuk membantu warga keluar dari posko pengungsian dan tidak lagi tinggal di daerah rawan bencana atau dekat Gunung Sinabung.
"Mudah-mudahan tidak ada lagi permasalahan soal lahan sehingga pembangunan rumah bagi warga korban Sinabung itu bisa segera dilakukan," katanya.
Asren tidak bersedia merinci dana anggaran untuk lahan maupun pembangunan rumah.
"Yang pasti Pemerintah komitmen melindungi warga khususnya pengungsi bencana Sinabung," katanya.
Pemerintah semakin merasa harus tetap melindungi karena status Gunung Sinabung masih AWAS.
Sekretaris Daerah Pemkab Karo, Saberina Mars mengakui adanya lahan itu dan sedang dibicarakan dengan pemangku kepentingan khususnya masyarakat.
"Semoga tidak ada masalah lain seperti penolakan warga," katanya.
Dia menyebutkan, ada 344 kepala keluarga atau sekitar 1.116 jiwa pengungsi Sinabung yang rumahnya di radius tiga kilometer.
Jumlah 344 KK yang harus direlokasi itu adalah masyarakat dari tiga desa yaitu Desa Bekerah, Sukameriah dan Simacem.
Warga itu selama ini tinggal di radius tiga kilometer Gunung Sinabung yang seharusnnya tidak boleh karena zona merah.
"Pascabencana Sinabung, pemerintah kembali tegas dengan tidak membolehkan lagi warga tinggal di jalur hijau gunung itu," katanya.
Dia menegaskan, sebelum rumah selesai dibangun, kemungkinan Pemerintah mencarikan rumah sewa bagi pengungsi itu agar kehidupan masyarakat berjalan normal kembali.
Adapun jumlah pengungsi di 32 posko pengungsian dewasa ini tinggal sebanyak 15.863 orang dari 4.999 kepala keluarga. (E016)