Anggota DPRD Sumatera Utara Ihyar Hasibuan di Medan, Senin, mengatakan, krisis listrik yang berujung pemadaman bergilir itu dinilai sudah cukup parah.
Indikasi itu dapat dilihat dari pemadaman listrik bergilir yang terjadi hampir dipastikan terjadi setiap hari seperti yang dialami masyarakat Sumatera Utara.
Kondisi yang lebih mengesalkan, pemadaman bergilir tersebut bukan hanya sekali, melainkan berulang kali dan dalam jangka yang cukup lama.
Jajaran manajemen PLN selama ini sudah tidak mampu lagi menyelesaikan krisis listrik yang sudah "jutaan" kali dikeluhkan masyarakat.
Ketidakmampuan tersebut semakin terlihat karena penyebab dan alasan pemadaman itu masih sama yakni kekurangan daya dibandingkan kebutuhan masyarakat.
"Mereka sudah tidak sanggup lagi menangani PLN. Ironisnya, alasannya itu-itu saja yakni beban berat. Dari tahun 2004, itu terus alasannya," katanya.
Karena itu, politisi Partai Demokrat tersebut menilai pemerintah, terutama Kementerian BUMN perlu mengganti seluruh direksi dan manajemen PLN.
Pemerintah perlu mencari orang-yang benar-benar mampu untuk mengatasi masalah yang layak dikategorikan "kronis" tersebut.
"Diperlukan orang-orang yang 'luar biasa' untuk mengatasi masalah yang sulit tuntas ini," katanya.
Jika jajaran direksi dan manajemen PLN memang profesional dan memiliki kemampuan, seharusnya mereka sudah dapat memperkirakan masalah yang dihadapi sambil menyiapkan solusi penyelesaian.
Apalagi pemerintah memiliki niat yang kuat untuk memperbaikinya guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Seharusnya sudah ada solusi jika mereka benar-benar. Namun kenyataannya, masalah ini tidak tuntas juga, berarti mereka perlu diganti," kata Ihyar. ***1***
(T.I023/B/Suparmono/Suparmono)
Pewarta: Irwan Arfa:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.