Langkat, Sumut, 3/4 (Antara) - Gubernur Sumatera Utara mengajak masyarakat melakukan introspeksi diri dengan beribadah, agar apa yang diingini dapat tercapai, apalagi melihat perkembangan masyarakat ataupun ummat saat ini telah jauh melenceng dari nilai-nilai agama.

Harapan itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara, pada kegiatan HUL ke 89, Syekh Abdul Wahab Rokan Al Qhalidy Naqsabandy di Madrasah Besar Babussalam Desa Besilam Kecamatan Padang Tualang Langkat, Selasa malam.

Disampaikannya apa yang terjadi saat ini boleh jadi berbagai teguran maupun peringatan telah diberikan Allah SWT, hal yang harus dilakukan hendaknya setiap diri mengkaji tentang hakekat makna kemanusiaan.

"Ketika manusia mengabaikan nilai-nilai kemanusiaannya, saat itu pula jati dirinya sebagai manusia menjadi hilang," ujarnya.

Gatot juga menjelaskan dewasa ini fenomenal di masyarakat telah jauh dari norma agama, oleh karenanya perlu beristighozah, merenung terhadap kemampuan untuk membimbing hati dan jiwa menuju taqwa.

"Introspeksi diri kita sebagai ummat manusia dengan beribadah salah satunya berzikir seperti yang diajarkan Tuan Guru," ungkap Gatot itu.

Disampaikannya walaupun telah lama wafat magnit kebaikan figur Syech Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi, Tuan Guru pertama pendiri perkampungan Babussalam atas ajarannya masih terasa sampai saat ini.

Gatot juga menjelaskan Kabupaten Langkat dengan perkampungan Babussalamnya dapat menjadi icon bagi Provinsi Sumatera Utara seraya berharap ummat mampu menjadi kontributor besar bagi kemajuan negara.

Bupati Langkat Ngogesa Sitepu dalam kesempatan yang sama mengatakan ditengah arus modernisasi sebagai manusia yang ingin masuk kedalam golongan kaum beriman tentu ingin mendapatkan ketenangan lahir dan batin.

"Ketenangan itu hanya akan hadir bila kita mengenal siapa diri kita, kemana langkah tujuan kita dan siapa yang seharusnya menjadi tempat bergantung," kata Ngogesa.

Ngogesa juga mengutip hikmah ahli sufi Syeckh Abdul Kadir Al Jailani yang menyebutkan "Tangisilah dirimu, ketika anakmu mati, engkau merasa seakan kiamat terjadi, akan tetapi ketika agamamu mati, engkau tidak menangis bahkan tidak peduli,".

Untuk itu dirinya mengajak masyaraka Langkat menjadikan hal tersebut perhatian bersama untuk senantiasa memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

Sebelumnya Tuan Guru Babussalam Syech Haji Hasyim Al-Syarwani menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan bagi terselenggaranya kegiatan HUL TGB ke-89 kepada semua pihak, sekaligus permohonan maaf bila dalam pelayanan kepada mursyid, khalifah maupun jamaah secara umum dirasakan masih terdapat berbagai kekurangan.

"Semoga atas segala bantuan dibalaskan oleh Allah pahala yang berlipat ganda," ungkapnya.

Pada acara tersebut selain diawali pembacaan ayat suci Al-Quran, juga dibacakan riwayat singkat Allah Yarham Syech Abdul Wahab Rokan Al Qhalidy Naqsabandi Bin Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai yang memiliki nama kecil Abu Qosim.

Dimana Tuan Guru Babussalam pertama ini lahir 19 Rabiul Akhir 1230 Hijriah bertepatan 28 September 1811 Miladiyah.

Untuk mengembangkan ajaran Tharikat Naqsabandiyah oleh Sultan Langkat diberikan sebidang tanah yang saat ini bernama Babussalam atau Besilam.

Beliau wafat pada hari Jumat 21 Jumadil Awal 1345 H atau 27 Desember 1926 Miladiyah dalam usia 115 tahun, dan pada setiap tahunnya bersamaan dengan tanggal wafat tersebut seluruh Mursyid dan pengamal ajaran tharikat Naqsabandi berkumpul di perkampungan Babussalam.***4***

(T.KR-IFZ) (T.KR-IFZ/C/Suparmono/Suparmono) 03-04-2013 12:39:34

Pewarta: Imam Fauzi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026