Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara menyatakan masyarakat makin meminati bekerja di Jepang.
"Di 2025 ini, banyak masyarakat Sumut yang bekerja di Jepang dengan skema mandiri maupun program government to government," ujar Kepala BP3MI Sumatera Utara Harold Hamonangan di Medan, Sumut, Rabu.
Harold melanjutkan untuk skema mandiri, warga Sumut yang bekerja di Jepang sudah mencapai sekitar 50-70 orang per bulan.
Sedangkan, untuk program government to government, ia mengatakan yang sudah mendaftar sekitar 205 orang.
Hanya saja, kata dia mereka akan mengikuti ujian terlebih dahulu untuk bekerja di Jepang.
"Banyak warga yang bekerja di Jepang itu di sektor pertanian, menjaga orang lanjut usia maupun bekerja di industri pengolahan makanan," ucap Harold.
Ia mengatakan banyaknya warga yang bekerja di Jepang tersebut, tak lepas dari Malaysia yang belum banyak membuka lowongan kerja di sektor industri.
"Sampai saat ini warga Sumut cenderung bekerja di Malaysia, jadi mereka mencari opsi penempatan kerja di negara lain," ucap dia.
Harold menambahkan pihaknya terus melakukan sosialisasi bekerja sama dengan pemerintah setempat agar masyarakat bekerja di luar negeri secara resmi.
Dengan bekerja secara resmi di luar negeri, maka membuat pekerja tersebut menjadi nyaman dan terlindungi oleh pemerintah.
"Selain itu, calon PMI (pekerja migran Indonesia) bukan hanya diberikan keilmuan terkait sektor pekerjaan, melainkan juga bahasa negara yang akan ditempati tersebut," katanya.
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2025