Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara menyebutkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) di wilayah itu naik sejak Juli hingga Desember 2023, yang menunjukkan peningkatan indikator kesejahteraan petani.

"NTP Sumut Desember 2023 nilainya 129,04 atau naik 0,96 persen dibandingkan November 2023. Angka itu lebih tinggi dari NTP nasional yang 117,76," ujar Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin dalam konferensi pers daring yang diikuti di Medan, Sumut, Selasa.

Nurul melanjutkan kenaikan NTP Sumut tidak lepas dari peningkatan Indeks Harga Terima Petani (It) dan Indeks Harga Bayar Petani (Ib).

Pada Desember 2023, nilai It 151,54 atau naik 1,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu terjadi dominan karena semakin tingginya harga kelapa sawit, gabah dan karet.

Sementara Ib berada di angka 117,43 atau bertambah 0,19 persen dari November 2023. Kenaikan itu dipengaruhi harga bawang merah, tomat, gula pasir, pupuk urea dan upah pemanenan.
 

Menurut Nurul, mendakinya harga kelapa sawit, gabah dan karet berdampak pada meningginya NTP subsektor tanaman rakyat (NTPR) sebesar 1,47 persen dari 164,12 menjadi 166,53. Kenaikan NTPR pun menjadi yang terbesar dari semua subsektor NTP pada Desember 2023.

Selain itu, NTP tanaman pangan (NTPP) juga bertambah yakni 0,97 persen dari 100,35 pada November menjadi 101,32 pada Desember 2023.

NTP lain yang naik adalah NTP peternakan (meningkat 0,29 persen) dan NTP pembudidaya ikan (0,18 persen). Sementara NTP hortikultura, perikanan dan nelayan menurun masing-masing 1,99 persen, 0,64 persen dan 0,85 persen.

"Kemudian, ketika kita keluarkan faktor inflasi dari NTP, BPS menemukan bahwa Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Desember 2023 juga naik 1,13 persen menjadi 128,16," kata Nurul.

Dia melanjutkan NTUP itu dipengaruhi peningkatan It serta Indeks Biaya Produksi dan Peningkatan Barang Modal (BPPBM).

Nilai BPPBM pada Desember 2023 ada di 118,24 atau bertambah 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Itu disebabkan peningkatan upah memanen dan harga pupuk urea, fungisida serta solar.

Sama seperti NTP, subsektor NTUP yang paling banyak bertambah nilainya pada Desember 2023 adalah dari tanaman perkebunan rakyat (NTPR) yakni 1,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau dari 159,66 ke 162,27.

Setelah itu, menyusul peningkatan dari NTUP tanaman pangan sebesar 1,11 persen (dari 101,18 ke 102,31) lalu peternakan 0,52 persen (menjadi 96,23) dan pembudidaya ikan 0,23 persen (menjadi 93,30).

Adapun NTUP yang menurun yakni dari subsektor hortikultura, perikanan dan nelayan masing-masing dengan besaran 1,79 persen, 0,58 persen dan 0,78 persen.

"Semoga NTP dan NTUP di Sumut terus membaik untuk semua subsektor," tutur Nurul.
 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS catat NTP-NTUP Sumut naik sejak Juli hingga Desember 2023

Pewarta: Michael Siahaan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2024