Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Selatan (BPBD Tapsel) dan berbagai Stakeholder menandatangani nota kerjasama atau "MoU" dalam hal Penanggulangan Bencana di kabupaten tersebut.

"MoU ini tindak lanjut edaran Bupati Tapsel Dolly Pasaribu terkait cuaca ekstrim," kata Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Umar Halomoan kepada ANTARA di Sipirok, Rabu.

Penandatanganan nota kerjasama itu antara BPBD dengan organisasi IOF, FAJI, PMI, Basarnas, Mapala, Rapi, Bagana, serta pelaku usaha seperti PT Agincourt Resources, PT ANJA, dan PT SKL yang kesemuanya berada di wilayah Kabupaten Tapsel.

"Turut juga hadir dalam acara penandatanganan MoU ini PPK Jalan Nasional PUPR Provinsi Sumut, Kadis PUPR Tapsel, Kadis Perhubungan Tapsel, Kadis Pertanian Tapsel, Kadis Perikanan Tapsel, Kadis Perkim Tapsel, Kadis Sosial Tapsel, Ka.Satpol PP Tapsel serta Camat se-Tapsel," tambahnya.

Menurut Umar, tujuan dilakukan MoU tersebut dalam rangka menyatukan persepsi penanganan bencana bilamana terjadi di wilayah Tapsel.

"Kita ketahui bahwa akhir-akhir ini cuaca ekstrim, intensitas hujan tinggi sehingga potensi banjir longsor bisa saja terjadi kapanpun. BMKG juga menginformasikan terkait cuaca ekstrim di Sumatera Utara," ujarnya.

Umar berharap dengan adanya "MoU" ini seluruh pihak terlibat sudah mengetahui tugas pokok dan fungsi masing-masing apabila adanya terjadi bencana di wilayah yang berpenduduk lebih 300 ribu jiwa tersebut.

 

Pewarta: Kodir Pohan

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023