Pj Bupati Tapanuli Tengah Elfin Elyas, resmikan  Museum Fansuri Situs Bongal ,di Desa Sijago-jago, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (13/05).

Museum Fansuri Situs Bongal yang berada di Desa Sijago-jago, merupakan salah satu kekayaan Alam yang dimiliki oleh Kabupaten Tapanuli Tengah yang saat ini menjadi Museum ke 20 di Provinsi Sumatera utara.

Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Tapanuli Tengah Elfin Elyas, mengucapkan terimakasih kepada Direktur Media Literasinesia dari Sultanante Instute Brin,BPCB (Balai Pelestarian Kebudayaan) Wilayan II, Provinsi Sumatra Utara, yang telah mengalokasikan dan mengadakan pendukumentasian, penelitian dan eskavasi di Sititus Bongal, di Desa Sijago- Jago, Tapteng.

"Saya Pj Bupati Tapanuli Tengah beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Masyarakat Tapteng mengucapkan terimakasih kepada Bapak Abu Bakar, Direktur Media Literasinesia dari Sultanante Instute Brin,BPCB (Balai Pelestarian Kebudayaan) yang telah melakukan penelitian di sekitar situs Bongal dan telah membuat Museum Fansuri. Semoga bapak dan jajaran semakin jaya," kata Pj Bupati Tapteng.

Selain itu, Pj Bupati Tapanuli Tengah Elfin Elyas mengatakan, guna mendukung pengembangan pembangunan dan pengelolaan di Situs Bongal. Pemerintah Tapanuli Tangah akan membuat Grand Desain (Rancangan Besar) serta akan meminta bantuan ke Pemerintahan Provinsi dan Pusat. 
"Tentunya kegiatan ini pasti kita sprot Baik itu dari segi program, Pengelolaan dan pembiayaan," katanya.

 Masih katanya, Ini tidak akan bisa berdiri sendiri harus ada  kolaborasi-kolaborasi collaborative government, bersama-sama Pemerintah pusat dan Kementerian bersama dengan  BRIN. 
 
Baik itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta berbagai lembaga riset lainnya. Begitu juga denga Pemerintah Provinsi dan juga dari Asosiasi Museum dan juga teman-teman NGO (NonGovernmental Organizations) termaksut pengelolaan Museum ini. 

"Kita Harus bersama membangun master plennya, kita mau buat apa dan untuk apa,'' ujarnya.

Lanjutnya,untuk pertama telah berhasil melakukan eksplorasi riset dan telah menghasilkan menemuka yang bisa ditampilkan di museum.
"Kami sangat mengapresiasi kerja keras dari semua pihak yang telah memberikan daya, upaya  yang menjadikan situs Bongal menjadi situs cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah, kita bercita-cita agar ke depannya situs Bongal bisa menjadi salah satu World Heritage (Warisan Budaya)  yang ditetapkan oleh Unesco,'' ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Abu Bakar Direktur Media Literasinesia dari Sultanante Instute Brin,BPCB (Balai Pelestarian Kebudayaan) Wilayan II, Provinsi Sumatera Utara mengatakan, situs Bongal Desa Jago-Jago telah ditetapkan menjadi situs  cagar budaya oleh  Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Melalui, Dinas Pendidikan pada tahun 2021 dan selanjutnya telah ditingkatkan status penetapannya oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2022 dan sedang diusulkan ke pusat. Untuk ditetapkan menjadi situs cagar budaya tingkat Nasional.

''Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat jago-jago atas dukungannya selama ini, sehingga kita dapat bekerja melakukan eskapasi penggalian peninggal sejarah situs Bongal,'' ucapnya.

Selain itu ia juga mengharapkan, kepada tokoh dan masyarakat jago-jago ikut serta menjaga peninggalan sejarah, melindungi dan melestarikan alam. Seperti mendukung penelitian yang melakukan eskavasi, tidak merusak kelestarian alam situs Bongal, menjaga kebersihan lingkungan sekitar Museum Fansuri, memberikan pelayanan, keamanan, kenyamanan serta rahma tama kepada masyarakat yang ingin bekunjung ke Museum.

''Kita berharap dengan adanya Museum Bongal ini, diharapkan dapat menjadi wisata edukasi bagi siswa-siswi Kabupaten Tapanuli Tengah dan juga dari masyarakat luar dapat menjadi ekowisata unggulan dari Tapteng melalui kolaborasi berbagi pihak." pungkasnya.

Pewarta: Tamy

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023