Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan (Unimed) mengukuhkan 39 wisudawan yang merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) dan pengakuan sebagai anggota profesi gizi.
STR sebagai salah satu persyaratan untuk melamar kerja.
"Menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 39 wisudawan yang terdiri dari 26 orang angkatan 2017 dan 13 orang angkatan 2018," kata Dekan FT Unimed Prof Dr Harun Sitompul, MPd, dalam keterangan diterima, Selasa (2/5).
Harun menyebutkan selamat kepada alumni yang telah menyelesaikan pendidikan di prodi gizi Unimed dan menyandang gelar sarjana gizi. "Tetap terus belajar dan berkarya agar ilmu yang diperoleh semakin lengkap," ucapnya.
Ketua DPD Persagi Sumut Efendi S. Nainggolan,SKM, M.Kes menyampaikan selamat untuk para alumni gizi Unimed.
Efendi menyebutkan silahkan bergabung dan mendaftar menjadi anggota ahli gizi seluruh Indonesia yang tergabung dalam organisasi Pesagi.
"Mari bersama membangun dan memperbaiki masalah gizi yang ada di Indonesia khususnya Sumatera Utara," ucapnya.
Kepala Dinas kesehatan Provinsi Sumatera Utara dr. Alwi Mujahit Hasibuan, M.Kes mengatakan Sumut sangat membutuhkan ahli gizi, saat ini kejadian Stunting di Provinsi Sumut berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, sebesar 25,5 persen lebih tinggi dibandingkan kejadian stunting di Indonesia 24,4 persen. Alwi menyebutkan meskipun turun pada tahun 2022 menjadi 21,1 persen yang lebih rendah dibanding Indonesia sebesar 21,6 persen.
"Stunting menjadi salah satu target RPJM Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2023 dan menjadi kerja keras kita bersama untuk menurunkan sampai 14 persen target Indonesia," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan menambahkan alumni gizi Unimed merupakan salah satu lulusan yang sangat dinanti masyarakat untuk membantu mengatasi masalah stunting di Sumut.
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023
STR sebagai salah satu persyaratan untuk melamar kerja.
"Menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 39 wisudawan yang terdiri dari 26 orang angkatan 2017 dan 13 orang angkatan 2018," kata Dekan FT Unimed Prof Dr Harun Sitompul, MPd, dalam keterangan diterima, Selasa (2/5).
Harun menyebutkan selamat kepada alumni yang telah menyelesaikan pendidikan di prodi gizi Unimed dan menyandang gelar sarjana gizi. "Tetap terus belajar dan berkarya agar ilmu yang diperoleh semakin lengkap," ucapnya.
Ketua DPD Persagi Sumut Efendi S. Nainggolan,SKM, M.Kes menyampaikan selamat untuk para alumni gizi Unimed.
Efendi menyebutkan silahkan bergabung dan mendaftar menjadi anggota ahli gizi seluruh Indonesia yang tergabung dalam organisasi Pesagi.
"Mari bersama membangun dan memperbaiki masalah gizi yang ada di Indonesia khususnya Sumatera Utara," ucapnya.
Kepala Dinas kesehatan Provinsi Sumatera Utara dr. Alwi Mujahit Hasibuan, M.Kes mengatakan Sumut sangat membutuhkan ahli gizi, saat ini kejadian Stunting di Provinsi Sumut berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, sebesar 25,5 persen lebih tinggi dibandingkan kejadian stunting di Indonesia 24,4 persen. Alwi menyebutkan meskipun turun pada tahun 2022 menjadi 21,1 persen yang lebih rendah dibanding Indonesia sebesar 21,6 persen.
"Stunting menjadi salah satu target RPJM Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2023 dan menjadi kerja keras kita bersama untuk menurunkan sampai 14 persen target Indonesia," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan menambahkan alumni gizi Unimed merupakan salah satu lulusan yang sangat dinanti masyarakat untuk membantu mengatasi masalah stunting di Sumut.
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2023