Sebanyak 11.700 personel gabungan dari Polri dan TNI beserta unsur pemerintah telah disiapkan untuk Operasi Lilin Toba 2021, dalam rangka pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Provinsi Sumatera Utara.

Operasi Lilin Toba 2021 itu dijadwalkan berlangsung mulai 22 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. "Kurang lebih 11.700 dari TNI, Polri dan instansi lainnya yang disiapkan untuk pengamanan," kata Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Lilin Toba 2021 di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo di Medan, Kamis.
 
Ribuan personel itu akan disebar di berbagai lokasi yang menjadi objek keramaian selama perayaan Natal dan Tahun Baru, di antaranya gereja, pusat perbelanjaan, lokasi wisata serta titik keramaian lainnya.
 
Para personel juga akan mengawasi penerapan pembatasan jam operasional lokasi usaha seperti tempat hiburan, mal dan sebagainya yang dibatasi hingga pukul 22.00 WIB. "Untuk kesehatan juga disiapkan sampai tingkat puskesmas dan poskes. Kalau terlalu jauh ke puskesmas pastinya disiapkan poskes," ujar dia.
 
 
  Terlepas dari deretan upaya yang dilakukan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengurai mobilitas selama perayaan Natal dan Tahun Baru demi menghentikan penyebaran Covid-19.
 
"Yang paling penting adalah kita sama-sama menjaga supaya pandemi Covid-19 tidak meningkat di wilayah kita, akibat masyarakat melakukan aktivitas yang tidak penting di luar," sambung Kepala Polda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Panca Simanjuntak.
 
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak bereforia pada perayaan Natal dan Tahun Baru, guna mencegah terjadinya lonjakan Covid-19.
 
"Untuk itu saya bersama Forkopimda Sumut mengimbau masyarakat tidak perlu eforia melakukan kegiatan yang tidak penting di luar rumah selama perayaan Natal dan Tahun Baru ini," ujarnya.

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus

Editor : Riza Mulyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021