Di masa depan, pertanian Indonesia akan sangat bergantung pada generasi muda. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) selalu memfasilitasi dan mendukung para agropreneur muda untuk bergerak di berbagai bidang pertanian, dari hulu hingga ke hilir. Hal ini dilakukan Kementan dengan memaksimalkan peran Polbangtan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berulang kali mengungkapkan kredibilitas generasi muda di bidang pertanian saat ini semakin berkembang. 

Baca juga: Optimalkan benih unggul, Kementan dukung pengembangan agro industri pertanian

“Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Tak hanya itu, generasi milenial bidang pertanian saat ini tak hanya sekadar bertani, namun juga cerdas berwirausaha tani dengan memanfaatkan teknologi digital. Terbukti dengan bertambahnya jumlah Start-up milenial pertanian dengan berbagai inovasi pemasaran dan distribusi hingga tembus pasar dunia,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan, alasan sektor pertanian menjadi peluang bisnis bagi petani milenial saat ini, yakni sektor pertanian saat ini sedang dibutuhkan dunia. 

“Peran serta kredibilitas generasi muda di bidang pertanian berpeluang mempunyai ekonomi lebih baik karena milenial memanfaatkan teknologi digital untuk berwirausaha di bidang pertanian. Inovasi serta kreatifitas milenial sangat mendukung menyiapkan ketersediaan hingga pendistribusian pangan di tengah pandemi," kata Dedi.

Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polbangtan Medan, Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa selama pandemi Covid-19, salah satunya dengan menggelar kuliah umum bertema 'Kiat Menjadi Pengusaha Muda Pertanian'  secara offline dan online (30/11).  Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen, mahasiswa dan masyarakat umum.

Hadir sebagai Narasumber M Hadi Nainggolan yang merupakan Ceo Daun Agro,Fungsionaris BPP HIPMI, Sekjen PERJAKBI Pusat, Wasekjen Pemuda Tani Indonesia, Ketua Umum DPP Pemuda JBMI, Insiator Pemuda Penggerak Kemajuan, Founder #TaniMillenial Indonesia.

Kuliah Umum ini merupakan salah satu program kerja Kementerian Ekonomi Kreatif BEM Polbangtan Medan di masa pandemi covid-19. Dengan menghadirkan entrepreneur sukses, mahasiswa berkesempatan mendapat pengalaman menarik seputar berwirausaha terutama pada bidang pertanian. 

Peserta juga memperoleh kiat-kiat agar berani untuk memulai usaha lalu mengkolaborasikan keberaniannya dengan  ide kreatif sehingga nantinya mampu memunculkan karya yang  inovatif dan berguna bagi perkembangan pertanian Indonesia. 

“Pangan pada masa pandemi covid-19 menjadi kebutuhan dunia. Tiap negara sedang fokus membangun ketahanan pangan nasionalnya. Sektor yang tumbuh pada saat pandemi covid 19 adalah pertanian," kata  Hadi.  

“Semoga melalui Kuliah umum Character Building mampu memotivasi semangat muda-mudi dalam berwirausaha dan berpikir kreatif untuk menghasilkan nilai guna dan mampu membangkitkan semangat petani muda milenial Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi di era 4.0 kedepannya,” tambahnya.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini, mengatakan dalam menghadapi tantangan ekonomi di era sekarang dan yang akan datang dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan wirausaha yang dirintis sejak dari bangku kuliah. 

”Kemampuan wirausaha merupakan modal dasar bagi seseorang yang ingin bergerak di bidang usaha tertentu” katanya.
 

Pewarta: Rilis

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2021